Kementan Upayakan Percepatan Implementasi Program Kartu Tani

    M Studio - 20 Februari 2021 11:33 WIB
    Kementan Upayakan Percepatan Implementasi Program Kartu Tani
    Kartu tani dapat memberikan kepastian alokasi pupuk subsidi untuk petani (Foto:MI/Teresia Aan Meliana)



    Surabaya: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan upaya percepatan implementasi program kartu tani. Tujuannya, kartu tani dapat memberikan para petani kepastian alokasi pupuk subsidi, kemudahan mendapatkan program bantuan lainnya karena data petani sudah terdapat di database

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pupuk subsidi didistribusikan berdasarkan nama dan alamat sesuai data di eRDKK. Kartu tani dapat digunakan di daerah yang infrastrukturnya sudah siap.






    "Semua ini dilakukan agar kebutuhan warga negara terpenuhi. Kebutuhan pupuk yang by name by address, kemudian diajukan dalam eRDKK. Kita lakukan validasi yang panjang dan bertahap," ujar Mentan Syahrul.

    Manfaat lain kartu tani ialah memudahkan monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk subsidi dan kegiatan pertanian Indonesia. Termasuk untuk menekan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi. 

    "Maka dari itulah kita mendapatkan 94 persen data valid untuk penerima pupuk bersubsidi," kata Mentan Syahrul.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait kartu tani.

    "Di tingkat penyuluh misalnya, mereka akan melakukan verifikasi dan validasi data petani penerima kartu tani dengan e-RDKK. Penyuluh juga mengawal distribusi kartu tani, mengawal penggunaan kartu tani oleh petani, memfasilitasi koordinasi dengan dinas, bank, dan kios bila terkendala," ucap Sarwo Edhy.

    Sementara, dengan pihak Himpunan Bank Negara (Himbara), Kementan akan melakukan sinkronisasi data e-RDKK dan kartu tani, percepat cetak, distribusi, dan aktivasi kartu tani serta evaluasi EDC terpasang dan pemasangan EDC baru.

    "Kementan juga meminta dinas pertanian baik provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan data kartu tani sama dengan data e-RDKK. Dinas Pertanian harus memastikan kartu tani sudah terdistribusi sesuai e-RDKK, inventarisasi lahan siap tanam, dan mendampingi petani dalam penebusan pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani," tutur Sarwo Edhy.

    Hal ini pun direspons cepat pihak perbankan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) misalnya, langsung menggelar workshop Percepatan Pengelolaan Kartu Tani di Wilayah Jawa Timur Tahun 2021. Digelar di Surabaya, Rabu, 17 Februari 2021, workshop dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, program kartu tani ini bukan hanya sebagai financial solution, namun juga menjadi risk management solution

    "Jika punya budaya cashless transaction, bagus sekali dalam meningkatkan fungsi intermediary di perbankan. Harapannya, Jawa Timur pelan-pelan dari masyarkat strata paling kecil sudah memiliki financial solution," ujar Emil Dardak.

    Sementara, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik menyampaikan, ini merupakan bentuk dukungan BNI terhadap program Ketahanan Pangan di Indonesia khususnya di Wilayah Jawa Timur. Untuk itu, BNI berkomitmen mendukung penuh implementasi program kartu tani khususnya di Wilayah Jawa Timur. 

    Menurutnya, kunci sukses dalam rangka mendukung percepatan dan keberhasilan program kartu tani diperlukan kerja sama intens diseluruh stakeholder yang terlibat sesuai tugas dan fungsinya, sehingga kendala yang terjadi di lapangan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Melalui workshop ini kami harapkan dapat merumuskan segala isu yang terjadi di lapangan kaitannya dalam proses distribusi kartu tani dan merumuskan program solusi sehingga distribusi kartu tani di wilayah Jawa Timur dapat dilakukan secara optimal. Selain itu, BNI terus mendukung kesejahteraan petani melalui realisasi penyaluran KUR secara besaran yang telah disalurkan selama tahun 2020 sebesar Rp21,26 triliun serta menyentuh 239.527 penerima KUR di seluruh Indonesia,” ujar Sis Apik.

    Sis Apik menambahkan, sebagai komitmen BNI dalam implementasi kartu tani, BNI telah melakukan program-program percepatan untuk mengakselerasi penyaluran kartu tani khususnya di Wilayah Jawa Timur. Antara lain percepatan akurasi data kartu tani dengan data e-RDKK, otomasi pencetakan kartu tani, dan percepatan distribusi melalui dan mengakuisisi agen pupuk menjadi Agen46 sebagai inklusi keuangan dalam program kartu tani.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id