Pemerintah Yakini Kecerdasan Artifisial Ungkit Ekonomi Masa Depan

    Antara - 10 November 2020 19:32 WIB
    Pemerintah Yakini Kecerdasan Artifisial Ungkit Ekonomi Masa Depan
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom.



    Jakarta: Pemerintah meyakini pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) akan mengungkit ekonomi masa depan karena meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis serta mendorong inovasi di berbagai sektor.

    "Pemerintah meyakini AI mampu menjadi game changer, dan sedang terakselerasi di masa pandemi saat ini," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Inovasi Indonesia AI Summit (AIS) 2020, dikutip dari Antara, Selasa, 10 November 2020.

     



    Menurut dia, AI dapat diterapkan di banyak sektor namun pemerintah memprioritaskan beberapa sektor sebagai pengungkit, salah satunya sektor manufaktur.

    Untuk itu, intervensi pemerintah untuk mempercepat implementasi industri 4.0 diperlukan guna merevitalisasi industri manufaktur Indonesia.

    "Penerapan industri 4.0 tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas pekerja, mendorong ekspor netto, dan membuka lapangan pekerjaan tambahan sebagai upaya bagi Indonesia menuju lima ekonomi terbesar di dunia 2045 serta (diproyeksikan) berhasil lolos dari middle income trap 2036," imbuhnya.

    Untuk mendukung AI, sudah dibentuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020-2045 yang sudah disusun melalui pendekatan quadruple helix yakni pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas masyarakat.

    Pengembangan AI di Indonesia diarahkan untuk memperkuat empat kelompok etika dan kebijakan, pengembangan talenta, infrastruktur dan data serta riset dan inovasi industri.

    "Pemanfaatan AI juga harus diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan pembangunan di Indonesia, termasuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Airlangga.

    Beberapa di antaranya adalah untuk tracking dan tracing orang-orang yang sudah mengikuti imunisasi atau vaksinasi, untuk mengetahui pergerakan dan kepadatan kendaraan dan manusia di satu tempat dalam satu waktu, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kebijakan PSBB.

    "Perkembangan AI tentunya dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang menyokong perubahan terutama saat masa pandemi," katanya.

    Sebab, lanjut dia, dengan adanya pembatasan interaksi dan aktivitas fisik, maka infrastruktur dan layanan digital menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif masyarakat, dunia usaha, dan bahkan Pemerintah.

    Mencermati hal itu, pemerintah menjalankan agenda transformasi digital sebagai akselerator pemulihan ekonomi nasional dan pendukung transformasi ekonomi.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id