Sandiaga Ajak Masyarakat Pulihkan Citra Pariwisata Usai Aksi Terorisme

    Suci Sedya Utami - 06 April 2021 13:55 WIB
    Sandiaga Ajak Masyarakat Pulihkan Citra Pariwisata Usai Aksi Terorisme
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno - - Foto: dok Kemenparekraf



    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak seluruh masyarakat Indonesia termasuk pelaku parekraf untuk memulihkan citra pariwisata pasca-aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu.

    Pasalnya aksi teror tersebut memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Untuk meningkatkan keyakinan masyarakat akan keamanan berwisata di Indonesia, Sandiaga mengaku terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pihak keamanan, terutama TNI dan Polri serta menambah fasilitas kamera pengawas atau CCTV di setiap destinasi wisata.






    “Saya datang sendiri ke destinasi-destinasi wisata dan saya melihat negara tidak takut. Dalam kesempatan ini saya juga mengajak mari kita bergandengan tangan membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta meningkatkan kewaspadaan bersama. Mari kita bersama menggaungkan pesan bahwa Indonesia aman untuk wisatawan,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi, Selasa, 6 April 2021.

    Menurutnya aksi-aksi teror yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan dan Jakarta merupakan cara teroris dalam menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat. Jika masyarakat merasa takut, kata Sandiaga, aksi-aksi teror tersebut dianggap berhasil.

    Karenanya, ia berharap semua pihak tidak terpengaruh dan tak gentar dengan sejumlah aksi teror yang terjadi. “Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat bergantung terhadap stabilitas nasional. Jadi kita tidak boleh takut karena ketakutan masyarakatlah yang menjadi tujuan para pelaku teror ini,” jelas dia.

    Adapun kondisi keamanan Indonesia tengah diguncang aksi teror. Setidaknya, ada dua kejadian teror yang cukup mengkhawatirkan masyarakat.
     
    Pertama, aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu, 28 Maret 2021. Aksi tersebut dilakukan jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD).
     
    Teranyar, seorang wanita berinisial ZA menyerang Markas Besar (Mabes) Polri. Dia menembaki petugas yang ada di pos penjagaan Mabes Polri.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id