Sektor Pertanian Berpeluang Jadi Penunjang Industri Pariwisata

    Antara - 20 Oktober 2020 08:46 WIB
    Sektor Pertanian Berpeluang Jadi Penunjang Industri Pariwisata
    Ilustrasi. FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
    Denpasar: Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan sektor pertanian memiliki potensi jika dikelola dengan baik. Bahkan, dapat menjadi penunjang industri pariwisata dalam memajukan ekonomi wilayah setempat.

    Pengelolaan potensi pertanian dengan baik juga bisa menjadi faktor dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat Bali di tengah pandemi covid-19. Karenanya, ia mengharapkan sektor pertanian harus dibangun dengan baik dan menggali lebih dalam potensi yang ada.

    "Sehingga pertanian Bali maju, dan Bali pun tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Di samping juga dalam mewujudkan ketahanan pangan masyarakat Bali," kata Wagub Bali, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Pada kesempatan itu, Tjokorda Oka melepas ekspor biji kakao sebanyak 12 ton oleh industri kecil menengah Kertha Semaya Samania ke Belanda. Ekspor biji kakao fermentasi organik dari petani di Kabupaten Jembrana ini dilakukan atas permintaan seorang pengusaha asa Den Haag Belanda Dejan Borisavljevic, yang menyukai kualitas kakao Jembrana.

    "Ini menunjukkan produk-produk pertanian Bali memiliki daya saing dengan produk negara lain, yang diharapkan dapat dikembangkan guna menunjang sektor pariwisata yang terpuruk seperti saat ini," ucapnya.

    Pertanian pun diharapkan menjadi sektor yang menjanjikan dan mampu memberikan penghidupan bagi para pelakunya, sehingga minat masyarakat menjadi petani pun meningkat. Menurutnya pertanian yang maju adalah pertanian yang memberi nilai lebih dan para petani memperoleh pendapatan yang lebih baik.

    "Sehingga animo untuk mengolah lahannya pun meningkat," ujarnya.

    Di sisi lain, Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar Kusuma Santi mengatakan produk pertanian Bali memang sangat diminati, salah satunya kakao yang bijinya bernilai sangat tinggi. Untuk itu Bea Cukai ikut mendorong peningkatan budaya kakao, terutama dalam kaitan ekspor yang bisa memberikan pendapatan bagi negara.

    Melalui program Klinik Ekspor, Bea Cukai mendorong para IKM untuk melaksanakan proses ekspor-impor secara mandiri tanpa pihak ketiga sehingga mampu mengurangi biaya produksi. "Tujuan program ini supaya masyarakat menyadari bahwa prosedur ekspor maupun impor secara mandiri prosesnya tidak rumit,” pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id