Lebih Efisien, Nelayan Cilacap Diajak Pakai BBG

    Antara - 22 Oktober 2020 08:46 WIB
    Lebih Efisien, Nelayan Cilacap Diajak Pakai BBG
    Ilustrasi. FOTO: MI/Aries Munandar
    Cilacap: Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sugeng Suparwoto mengajak para nelayan Cilacap di Jawa Tengah beralih menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Hal itu lantaran BBG lebih efisien dibandingkan dengan memakai Bahan Bakar Minyak (BBM).

    "Ini adalah perangkat konversi untuk keperluan nelayan. Perangkat konversi ini alat untuk konversi penggunaan premium atau BBM ke gas," katanya, dikutip dari Antara, Kamis, 21 Oktober 2020.

    Pernyataan tersebut dikemukakan Sugeng kepada wartawan usai acara pemberian paket konversi BBM ke BBG untuk kapal nelayan yang merupakan program kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI. Menurut Sugeng, bantuan tersebut diberikan dengan pertimbangan bahwa gas lebih efisien sekitar 40 persen jika dibandingkan dengan menggunakan BBM.

    "Gas elpiji tiga kilogram ini ekuivalen dengan lima liter BBM. Kedua, jauh lebih ramah lingkungan. Kita kan sudah memasuki energi terbarukan dan energi bersih," katanya.

    Ia mengatakan gas adalah energi transisi yang saat ini potensinya besar sekali. "BBM sama-sama kita ketahui sudah mulai turun, lifting juga turun terus, gas justru yang naik terus," katanya.

    Oleh karena itu, kata dia, secara nasional ada kebijakan untuk menggantikan BBM ke BBG yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran.

    Lebih lanjut, Sugeng mengatakan, pihaknya bersama Kementerian ESDM menyerahkan secara simbolis perangkat konversi tersebut untuk nelayan di Kabupaten Cilacap sebanyak 2.000 paket.

    "Demikian juga nanti perangkat konversi untuk pertanian, pompa airnya, juga traktornya akan ke sana (menggunakan BBG) arahnya. Selama ini traktor memang masih pakai solar. Yang akan datang dalam waktu dekat adalah pompa air juga pakai gas," katanya.

    Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengatakan secara nasional, pemerintah pada 2020 memberikan bantuan berupa perangkat konversi sebanyak 25 ribu paket untuk nelayan sasaran di 42 kabupaten/kota serta 10 ribu paket untuk petani sasaran di 20 kabupaten/kota.

    Menurut dia, Cilacap merupakan kabupaten yang mendapatkan perangkat konversi terbanyak pada tahun 2020 karena mencapai 2.000 paket untuk 2.000 nelayan sasaran. Sejak program ini digulirkan pada 2016, Kabupaten Cilacap hingga saat ini telah mendapatkan bantuan perangkat konversi sebanyak 4.907 paket.

    "Pada 2016 sebanyak 902 paket, lalu 2017 sebanyak 2.005 paket, dan 2020 sebanyak 2.000 paket. InsyaAllah tahun depan akan diberikan lagi karena kami ada alokasi sebanyak 28 ribu paket," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id