Langkah PLN untuk Mempercepat Transisi Menuju Energi Bersih

    Eko Nordiansyah - 07 November 2021 11:05 WIB
    Langkah PLN untuk Mempercepat Transisi Menuju Energi Bersih
    Energi Hijau. Foto : Medcom.



    Jakarta: PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) untuk kemitraan inovatif publik-privat yang mempercepat transisi menuju energi bersih melalui penciptaan permintaan akan energi bersih dari sektor komersial dan industri. Kerja sama ini akan membuka akses terhadap pembiayaan energi bersih.

    Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, kemitraan ini juga memungkinkan kerja sama dengan pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang dapat meningkatkan investasi dan ketersediaan energi bersih. Terlebih PLN juga telah menerbitkan Renewable Energy Certificate (REC).

     



    "Bahkan, REC berhasil mendapatkan penghargaan Asia Awards 2021 dari Renewable Energy Markets (REM) pada Maret 2021. Penghargaan ini merupakan bukti keberhasilan PLN dalam membangun produk layanan hijau serta menunjukkan kepemimpinan dalam Green Energy Program," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 November 2021.

    PLN sebelumnya berhasil mengeksekusi uji coba perdagangan emisi (emission trading) melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pertama kalinya di Indonesia. Hal ini membuka peluang kepada PLN untuk mendapatkan insentif untuk proyek-proyek pengurangan emisi seperti energi terbarukan.

    Presiden Joko Widodo juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 98 tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Melalui Perpres ini, Indonesia memosisikan diri sebagai penggerak pertama (first mover) penanggulangan perubahan iklim berbasis pasar di tingkat global menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

    PLN pun menyambut baik regulasi yang akan mendukung operasionalisasi Pasal 6 Perjanjian Paris yang merupakan mekanisme untuk memfasilitasi perdagangan karbon generasi mendatang. Mekanisme ini mengajak seluruh negara untuk bekerja bersama mencapai target Nationally Determined Contributions (NDC) mereka dan meningkatkannya seiring dengan waktu.
     
    Principal Climate Change Specialist Asian Development Bank, Virender Kumar Duggal mengapresiasi keberhasilan PLN melaksanakan proyek Clean Development Mechanism (CDM) di pembangkit Lahendong dan Kamojang. Menurutnya, carbon pricing adalah komponen penting bagi negara berkembang untuk dapat memenuhi target bauran energi.
     
    "Melihat presentasi PLN, saya melihat Indonesia saat ini berada di garda terdepan untuk mengadopsi Pasal 6 Perjanjian Paris dan menjadi pemimpin di regionalnya," imbuh Virender.
     
    Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi menambahkan, keberhasilan memenuhi Pasal 6 Perjanjian Paris akan membantu Indonesia mencapai target yang lebih ambisius pada 2030 tanpa menganggu pertumbuhan ekonomi.
     
    "Pasal 6 Paris Agreement dapat mendukung pemenuhan target nol emisi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Sekaligus meningkatkan target untuk memenuhi tuntutan global menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id