Mimpi KIP Ciptakan Industri Pelabuhan Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    Husen Miftahudin - 27 September 2021 22:33 WIB
    Mimpi KIP Ciptakan Industri Pelabuhan Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
    Ilustrasi kapal bersandar di pelabuhan - - Foto: dok MI



    Jakarta: PT Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau International Port (KIP) berkomitmen untuk menjadikan Selat Sunda sebagai pelabuhan strategis yang dapat melayani seluruh kebutuhan kapal dengan pelayanan berstandar internasional. Langkah tersebut bertujuan untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi covid-19.

    "Kami sebagai anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan kunjungan ke suatu media besar di Indonesia untuk membangun silaturahim bagaimana industri pelabuhan ini bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita bangun baik infrastruktur maupun soft infrastruktur kepelabuhanan ini agar mempunyai nilai tambah bagi perekonomian nasional," kata Direktur Utama Krakatau Bandar Samudera Muhammad Akbar Djohan dalam kunjungannya ke Media Group Network, Senin, 27 September 2021.

     



    Akbar mengungkapkan, kinerja perusahaan sepanjang 2020 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, meski di tengah pandemi. Bahkan kinerja perusahaan hingga paruh pertama 2021 tumbuh hingga 115 persen (yoy).

    Menurutnya, capaian kinerja ini membuktikan bahwa industri pelabuhan khususnya yang men-support industri klaster yang ada di Cilegon menjadi pemicu bagi perusahaan untuk bisa membangun konektivitas antara pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia.

    "Sehingga harapan kami selain memberikan dampak ekonomi nasional yang tinggi, kita juga bisa membantu untuk menurunkan cost logistic nasional yang masih sangat tinggi," sebut dia.

    Di sisi lain, ia mengakui bahwa industri kepelabuhanan saat ini masih tertinggal. Ini lantaran pelabuhan-pelabuhan di Indonesia belum terkoneksi secara maksimal.

    "Inilah yang ingin kita sampaikan bahwa pelabuhan itu semestinya tidak hanya sebagai pelabuhan bongkar muat, tetapi punya nilai tambah. Misalnya, akan fokus kepada industri-industri lokal yang sangat dominan," urainya.

    Ia mencontohkan pada KIP dimana penggeraknya adalah industri baja beserta industri petrokimia. Tentunya hal tersebut membutuhkan pasokan energi yang tinggi, perusahaan pun menggandeng PT Pertamina (Persero) agar kapal-kapal yang lewat dan singgah di Selat Sunda mudah untuk isi bahan bakar dan logistic services lainnya.


    "Kami diskusi dengan Pertamina bagaimana membangun rantai pasok energi di tempat kita. Kalau ini terwujud, konektivitas dengan pelabuhan-pelabuhan, misalnya di Papua sebagai sumber gas, ini juga bisa kita jalankan bersama. Sehingga two way traffic daripada kapal ini bisa kita efisienkan," pungkas Akbar.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id