Bantuan Pompa Air Percepat Gerakan Tanam Padi di Sambas

    Gervin Nathaniel Purba - 16 Mei 2020 15:38 WIB
    Bantuan Pompa Air Percepat Gerakan Tanam Padi di Sambas
    Suasana pemberian bantuan pompa air kepada Kelompok Tani (Poktan) Serai Wangi I Desa Sentebang Kecamatan Jawai. (Foto: Dok. Kementan)
    Sambas: Pemerintah mendorong gerakan percepatan tanam padi dan jagung di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan ini untuk mengantisipasi krisis pangan menjelang musim kemarau. Sejumlah wilayah mulai merespon gerakan tersebut. Kabupaten Samas, Kalimantan Barat, misalnya.

    Darma Irawan, Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat melaporkan aktivitas yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Serai Wangi I Desa Sentebang Kecamatan Jawai dalam mempercepat masa tanam.
     
    “Meskipun saat ini kondisi lahan sedang dilanda kekeringan karena intensitas hujan yang belum merata, namun semangat petani untuk melakukan olah tanah dan tanam padi sangat tinggi. Beberapa petani mulai melakukan penyedotan air dari sungai untuk mengairi sawah mereka yang memang sedang mengalami kekeringan. Pompa air yang digunakan adalah bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas,” ujar Darma, dikutip keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2020.

    Pemanfaatan pompa air dilakukan secara bergantian oleh anggota kelompok tani, terutama pada musim gadu (kemarau). Petani merasa terbantukan dengan adanya bantuan pompa air tersebut. Terlebih, lahan yang digunakan untuk menanam padi merupakan lahan tadah hujan, sehingga sangat bergantung dengan intensitas curah hujan.

    “Meskipun lahan sedang kering, masih bisa menanam padi dengan cara menyedot air di sungai dan embung untuk mengairi lahan. Penggunaan pompa air masih bergantian dengan anggota lainnya, karena jumlah pompa yang terbatas dan lahan yang kami garap cukup luas yaitu sekitar 35 hektare (ha),” kata M Syahri, salah satu petani yang turut memanfaatkan pompa air tersebut.

    Luas lahan baku Kecamatan Jawai adalah 5.678 ha. Hingga April lalu, petani sudah mulai melakukan tanam seluas 4.375 ha, dan diperkirakan akan bertambah luasannya pada Mei ini. 

    Menanggapi capaian ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas M Yayan Kurniawan mengatakan, sangat bersyukur karena bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada petani betul-betul dimanfaatkan disaat yang tepat.

    Disaat hujan belum turun merata, petani dapat melakukan percepatan tanam padi dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan. 
    “Ini sinergi yang baik antara pemerintah dan petani terkait penggunaan bantuan untuk menjaga ketahanan pangan kita. Secara bersama-sama kami akan mengawal dan memastikan bahwa apa yang menjadi arahan Menteri Pertanian bisa dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Sambas,” kata Yayan. 




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id