Mentan Tekankan Pentingnya Pertanian saat Pandemi di Pertemuan G20

    Antara - 13 September 2020 14:36 WIB
    Mentan Tekankan Pentingnya Pertanian saat Pandemi di Pertemuan G20
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Foto : Kementan.
    Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan peran penting sektor pertanian dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tengah pandemi covid-19. Dia mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri pertemuan virtual Menteri Pertanian dan Irigasi G20, Sabtu, 12 September 2020.

    Mentan Syahrul menegaskan pertemuan G20 ini sangat penting dalam upaya akselerasi pembangunan pertanian mengingat peran sektor pertanian di tengah dampak pandemi menjadi penyelamat perekonomian negara.

    Oleh karena itu, pertemuan ini merupakan wadah untuk dapat saling berbagi pandangan dalam rangka pencapaian pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan.

    "Peran sektor pertanian di Indonesia saat ini cukup signifikan, yang terlihat dari kontribusinya terhadap total PDB mencapai 14 persen dan menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk," kata Mentan dikutip dari Antara, Minggu, 13 September 2020.

    Mentan Syahrul juga menyebutkan peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sekitar 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year).

    Pada kuartal II-2020 ini juga pertanian menunjukkan capaian pertumbuhan hingga 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

    Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Menteri Lingkungan Kerajaan Arab Saudi Abdulrahman A Alfadley selaku tuan rumah penyelenggara, serta para menteri pertanian dan irigasi anggota G20, perwakilan negara dan organisasi internasional.

    Syahrul membeberkan di tengah keterbatasan akibat pandemi covid-19, Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional.

    Untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru Kementan hingga saat ini telah mengembangkan seperangkat kebijakan yang disebut dengan 4 Cara Bertindak.

    "Pertama, meningkatkan kapasitas produksi melalui percepatan tanam padi, konversi lahan suboptimal menjadi lahan pertanian dan perluasan areal kawasan budi daya baru untuk komoditas strategis," kata Mentan.

    Kedua, melakukan diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan pekarangan dan lahan marjinal.

    Ketiga, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik melalui pengembangan cadangan pangan di tingkat provinsi dan masyarakat dan meningkatkan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga.

    Keempat, pengembangan pertanian modern melalui promosi mekanisasi pertanian, smart farming, pemanfaatan screen house, food estate, dan korporasi petani.

    Mentan menambahkan Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan inovasi sebagai komponen penting dalam mewujudkan sistem pangan berkelanjutan, inklusif dan tangguh, di tengah goncangan akibat pandemi covid-19.

    "Dalam pertemuan ini, saya mengajak seluruh Menteri Pertanian G20 dan organisasi internasional untuk berkolaborasi dalam penanganan dampak pandemi covid-19 terhadap sistem pangan global," tutup Mentan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id