45% Target Lifting Gas Terapkan Harga USD6/MMBTU

    Suci Sedya Utami - 31 Juli 2020 12:18 WIB
    45% Target <i>Lifting</i> Gas Terapkan Harga USD6/MMBTU
    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. Foto: dok SKK Migas.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan total volume gas yang telah dilakukan penyesuaian harga USD6 per million british thermal unit (MMBTU) mencapai 2.497 billion british thermal unit per day (BBTUD). Besaran tersebut hampir 45 persen dari target produksi siap jual (lifting) dalam APBN 2020 yang telah disesuaikan.

    Total volume tersebut menyusul adanya penandatanganan lanjutan terkait perjanjian penyesuaian yang dilakukan Kamis, 30 Juli 2020. Penandatanganan tersebut terdiri dari 21 Letter of Agreement/Side Letter of Agreement (LoA) antara penjual dan pembeli serta tujuh Side Letter atas kontrak bagi hasil (PSC) antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan hingga saat ini telah ditandatangani 23 Side Letter of PSC dan 59 LoA sebagai implementasi Kepmen ESDM 89 Tahun 2020 dan Kepmen ESDM 91 Tahun 2020. Implementasi dari Permen dan Kepmen ESDM merupakan komitmen keberpihakan Pemerintah untuk mendukung peningkatan daya saing industri dan peningkatan nilai tambah di industri pengguna gas.

    "Hal ini juga menjadi bukti atas dukungan industri hulu migas terhadap penguatan kapasitas industri hilir," kata Dwi dalam keterangan resminya, Jumat, 31 Juli 2020.

    Perkiraan volume gas dari 21 LoA yang baru ditandatangani mencapai 1.315 BBTUD sehingga total volume gas dari seluruh LoA yang telah ditandatangani mencapai 2.135 BBTUD. Selain itu, ada sekitar 362 BBTUD volume gas yang juga disesuaikan melalui perjanjian jual beli gas.

    SKK Migas berharap dengan penyesuaian harga gas yang dilakukan ini diharapkan memberikan dampak yang jauh lebih besar lagi bagi negara melalui tumbuh dan berkembangnya kegiatan industri. Apalagi saat ini seluruh pihak tengah bekerja keras untuk memulihkan kegiatan ekonomi yang terdampak pandemi, salah satunya mendorong penguatan industri. Selain itu, diharapkan akan mengurangi beban subsidi dan kompensasi pada sektor pupuk dan kelistrikan.

    Lebih jauh, ia berharap, setelah penandatanganan Side Letter of PSC ini sebagai bukti tidak berkurangnya penerimaan KKKS, maka KKKS mampu menjaga target produksi gas. Kemudian dalam jangka panjang dapat meningkatkan pasokan gas melalui investasi pengembangan yang baru.

    "Juga kepada para pembeli gas, termasuk pelaku usaha industri hilir, kami ingatkan bahwa dukungan negara sudah sangat besar dengan mengurangi bagian negara dari sisi hulu, untuk memberikan kepastian di sisi pasokan, untuk itu kami berharap penyerapan gas dapat dilakukan sesuai volume yang ada di kontrak karena harga yang diberikan sudah jauh lebih rendah dari sebelumnya," tutup Dwi.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id