Jaga Stok Pangan, Kementan Kembali Melepas Operasi Pasar

    Gervin Nathaniel Purba - 19 Maret 2020 13:08 WIB
    Jaga Stok Pangan, Kementan Kembali Melepas Operasi Pasar
    Pelepasan operasi basar oleh Kementan. (Foto: Dok. Kementan)
    Jakarta: Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas operasi pasar. Kegiatan ini ditandai dengan melepas mobil operasional bahan pangan  dari Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang akan dikirim ke 10 pasar di DKI Jakarta.

    10 pasar yang dituju yakni Pasar Glodok, Pluit, Johar Baru, Gondangdia, Metro Atom, Kalibaru, Tebet Barat, Jembatan Merah, Rawa Badak dan Kalideres. Untuk pasokan bahan pangan yang yakni gula pasir, telur, dan beras.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa operasi ini merupakan langkah stabilisasi harga di tengah fenomena panic buying yang mulai merebak di tengah masyarakat.

    Panic Buying merupakan fenomena di mana masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu.

    "Ini perintah Bapak Presiden untuk kita semua. Kita harus bahu membahu, Kementan bersama mitra kerja menghadapi Covid-19 dari berbagai hal kemungkinan yang berdampak dalam kehidupan masyarakat," kata Yasin, di TTIC, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, melalui keterangan tertulis, Kamis, 19 Maret 2020.

    Oleh karena itu, lanjut Mentan Syahrul, hari ini, pasar akan dipenetrasi oleh Kementan bersama beberapa mitra untuk  menggambarkan pada masyarakat bahwa pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih murah.

    Jaga Stok Pangan, Kementan Kembali Melepas Operasi Pasar
    (Mentan Syahrul bersama Kepala BKP Agung Hendriadi mengecek stok pangan sebelum melepas operasi pasar. Foto: Dok. Kementan)

    Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi melaporkan bahwa operasi pasar yang dilakukan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, pelaku usaha, asosiasi, dan Gapoktan binaan.

    Salah satu asosiasi yang terlibat adalah Aslupama (Asosiasi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat) Jawa Barat yang memasok 15 ton beras segar yang di jual seharga Rp8.500 per kilogram (kg). 

    "Aslupama Jabar siap berpartisipasi, menjaga pasokan bahan pangan seperti beras, bawang, dan cabe ke  Jakarta untuk kestabilan harga dan pasokan" kata Agus, ketua Aslupama Jabar.

    Salah satu pengunjung TTIC, Zuhri, warga Kebagusan (54 tahun) merasakan kebermanfaatan operasi pasar dan TTIC. Menurutnya, harga bahan pangan TTIC stabil, lebih murah, dan berkualitas.

    "Biasanya yang belanja istri. Tapi sekarang giliran saya. Belanja di TTI ada jaminan harga, jadi kami bawa uang dari rumah sudah ada gambaran berapa dan apa saja belanjaan yang bisa dibeli," kata Zuhri.




    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id