KAI Antisipasi Cegah Penularan Korona Saat Bepergian dengan KA

    Medcom - 18 Maret 2020 18:14 WIB
    KAI Antisipasi Cegah Penularan Korona Saat Bepergian dengan KA
    KAI Antisipasi Cegah Penularan Korona Saat Bepergian dengan KA. Foto: dok KAI.
    Jakarta: Kewaspadaan terhadap covid-19 atau virus korona semakin ditingkatkan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yaitu dengan menempatkan petugas pengecekan suhu badan.

    Selain itu, saat ini KAI terus menjaga kebersihan terhadap sarana dan fasilitas kereta api di stasiun. KAI telah menyemprotkan disinfektan menggunakan biosanitaizer ke kursi, pagar dan fasilitas penumpang lainnya di berbagai sudut.

    Sesuai surat edaran Menteri BUMN No: SE-1/MBU/03/2020 tentang kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19. KAI sebagai perusahaan pelayanan publik juga turut mengambil langkah preventif untuk tidak memperkenankan penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius keatas melanjutkan perjalanan kereta api.

    Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan dengan alat infrared gun thermometer yang disediakan di area boarding. Sebagai kompensasi, KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket. Bagi penumpang suspect korona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh dengan maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk dua orang sebagai pendamping.

    Dalam keterangan resminya, Rabu, 18 Maret 2020, pihak KAI mengatakan hand sanitizer disediakan di area meja boarding dan lokasi strategis lainnya untuk menjaga agar penumpang kereta api tetap dalam kadaan bersih.

    Untuk penanganan lebih lanjut terkait upaya pencegahan virus korona, KAI menyiagakan tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun. Selain itu, KAI menyiagakan satuan petugas pencegahan virus korona dan ruang isolasi sementara. Para petugas siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan.

    Sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan bersama, KAI juga melakukan edukasi di stasiun dan sarana kereta api melalui berbagai cara dan media informasi terkait bahaya virus korona serta cara pencegahannya seperti dengan tayangan video singkat, pemasangan spanduk dan standing banner.

    Para pengguna jasa kereta api diimbau agar menggunakan masker ketika kondisi tidak sehat seperti batuk dan pilek atau bersin-bersin. Selain itu diharapkan pengguna jasa kereta api juga turut serta menjaga kebersihan di area stasiun, seperti tidak membuang sampah tisu dan membuang air liur (meludah) sembarangan.

    Beberapa hal yang harus diperhatikan penumpang sebagai langkah antisipasi penularan virus korona di antaranya:

    1. Mencuci tangan dengan sabun secara teratur dan menyeluruh akan membersihkan tangan dari berbagai kotoran dan kuman. Hal ini lebih utama dan lebih efektif dilakukan dibandingkan hanya membersihkan tangan dengan cairan pembunuh kuman atau hand sanitizer.

    2. Jaga jarak dengan orang di sekitar, disarankan untuk mempertahankan jarak kurang lebih satu meter kepada siapa saja, terlebih mereka yang batuk atau bersin. Sebab, saat seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan/cairan (droplets) dari hidung atau mulut yang mungkin mengandung virus. Dianjurkan juga untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain seperti bersalaman, berpelukan, dan lain-lain.

    Sebagai langkah antisipasi penularan korona, KAI telah menambah jadwal perjalanan KRL untuk mengurangi kepadatan penumpang. Hal tersebut membuat penumpang KRL mempunyai pilihan agar mempertimbangkan jadwal selanjutnya apabila KRL sudah terlihat padat.

    3. Hindari menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut. Tangan kerap menyentuh banyak permukaan benda yang bisa jadi ditempati virus di tempat umum. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit. Bersihkan tangan sebelum makan dan pada saat akan menyentuh area muka. Untuk tingkat keamanan maksimal, penumpang kereta api juga dianjurkan untuk membawa hand sanitizer sendiri agar lebih leluasa membersihkan tangan di mana pun dan kapanpun saat melakukan perjalanan.

    4. Patuhi aturan batuk dan bersin. Setiap orang yang batuk maupun bersin sangat dianjurkan untuk menutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam untuk mencegah penularan virus. Menutup mulut dan hidung dengan tisu yang bersih saat batuk atau bersin juga disarankan.

    Namun, segera buang tisu tersebut ke tempat sampah. Tetesan yang keluar lewat hidung atau mulut saat seseorang bersin atau batuk bisa menyebarkan virus. Oleh karena itu aturan di atas perlu dipatuhi semua orang untuk meminimalisir penularan penyakit, termasuk covid-19.

    5. Jika demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari petugas medis yang ada di stasiun. Ikuti arahan petugas kesehatan yang memeriksa Anda.

    6. Setelah tiba di rumah/tempat tujuan segera mandi dan ganti pakaian.

    Sebagai bentuk pelayanan maksimal terhadap pengguna jasa kereta api. Untuk saat ini dan kedepan KAI tetap beroperasi seperti biasa dengan pengawasan yang lebih ditingkatkan. Jadi bagi Anda yang saat ini memiliki kondisi tubuh fit dan prima tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan dengan kereta api.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id