Pemerintah Ajak Petani Kopi Terdampak Pandemi Bentuk Koperasi

    Antara - 24 September 2020 08:29 WIB
    Pemerintah Ajak Petani Kopi Terdampak Pandemi Bentuk Koperasi
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: Kemenkop UKM
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para petani kopi yang terdampak pandemi covid-19 membentuk koperasi sebagai upaya bangkit kembali secara bersama-sama. Hal itu menjadi penting karena para petani di antara tulang punggung perekonomian.

    Teten menjelaskan pihaknya mendorong para petani untuk memperkuat kelembagaan dengan membentuk koperasi sebagai solusi agar permasalahan para petani kopi yang terjadi dapat diatasi di antaranya kesulitan pemasaran hingga pembiayaan.

    "Saya mendorong agar di setiap daerah petani kopi bergabung dalam koperasi. Saya ditugaskan Presiden untuk memperkuat koperasi pangan dan produksi, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Kopi adalah salah satu keunggulan domestik, kita harus perkuat kelembagaannya," katanya, dikutip dari Antara, Kamis, 24 September 2020.

    Kopi menjadi salah satu komoditas prioritas dalam pengembangan koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2018, sebanyak 96,6 persen lahan kopi di Indonesia dikuasai perkebunan rakyat (petani mikro dan kecil), 2,02 persen perkebunan swasta, dan 1,86 persen oleh perkebunan besar milik negara.

    Sedangkan, petani kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta orang yang menempati urutan nomor tiga dunia setelah Ethiopia dan Uganda. Teten mengatakan kini banyak petani kopi yang terdampak akibat pandemi covid-19, karena meskipun produksi kopi tinggi, namun terdapat kendala akibat daya serap yang menurun.

    "Ini dilatarbelakangi pemahaman bahwa banyak komoditas pangan yang tidak terserap, daya beli turun dan ekspor turun. Kami lihat salah satunya kopi, padahal produksinya sedang baik. Namun, karena menghadapi pandemi, penyerapan terganggu," tuturnya.

    Teten mengatakan koperasi dengan perkuatan LPDB-KUMKM, akan menjadi pembeli siaga produk pertanian, sehingga akan terdapat perlindungan dari sisi pasar, karena produk akan dibeli oleh koperasi.

    "Yang terjadi sekarang adalah petani kesulitan untuk menjual produknya. Kami rancang kelembagaan, sehingga penjualan produk ini dapat diintegrasikan dengan koperasi agar petani tidak lagi mengalami kesulitan penjualan," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id