Dirut Freeport Indonesia Puas Produktivitas Tinggi di Masa Pandemi

    Ilham wibowo - 21 Juni 2020 14:56 WIB
    Dirut Freeport Indonesia Puas Produktivitas Tinggi di Masa Pandemi
    Freeport. Foto: MI/Agus
    Jakarta: Direktur utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Clayton Allen Wenas (Tony Wenas) mengaku puas mitigasi penanganan pandemi covid-19 telah membuat produktivitas tetap berlangsung sesuai target. Perusahaan tambang yang masuk ke sektor strategis nasional ini beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

    "Saya sangat bangga dengan karyawan di lapangan dengan ketangguhan, ketabahan, dan kegigihannya dalam situasi sulit seperti ini bisa tetap memproduksi secara lancar dan mencapai target bahkan melebihi target dari yang kita tetapkan. Hasilnya tentu akan sangat baik bukan hanya bagi perusahaan, tapi bagi bangsa dan negara ini," kata Tony dalam program Crosscheck From Home Medcom.id, Minggu, 21 Juni 2020.

    Tony memaparkan bahwa pandemi covid-19 telah memaksa PTFI mengubah cara kerja karyawan ke tatanan kenormalan baru dengan wajib menerapkan protokol kesehatan terutama physical distancing. Sejak 25 Maret, distrik Tembagapura yang merupakan wilayah pusat produksi PTFI telah diberlakukan pembatasan penuh atau lockdown terhadap siapapun agar tidak keluar masuk area zona merah.

    "Karyawan yang ada di Tembagapura juga diharapkan tidak keluar Tembagapura. Saat itu komposisi karyawan dipertahankan terus supaya produksi juga tidak terganggu," ucapnya.

    Menurut Tony, PTFI yang 51,2 persen sahamnya kini dimiliki oleh Pemerintah RI melalui Inalum tengah memasuki masa transisi tambang bawah tanah. Target 50 persen produksi diyakini tetap bisa tercapai pada akhir 2020 dan memantapkan target produksi 100 persen pada 2022.

    "Nanti 2021 sudah 75 persen tambang bawah tanah ini beroperasi dan 2022 itu akan beroperasi 100 persen penuh. Sekarang ini produksi kami 110 ribu ton bijih per hari, tahun depan akan 160 ribu dan 2022 akan 200 ribu ton bijih per hari," ungkap Tony.

    Lebih lanjut, kehadiran fasilitas digital untuk karyawan yang bisa bekerja dari rumah juga dimaksimalkan mengurangi tenaga kerja potensi berkerumun dan tertular covid-19. Sejauh ini, secara akumulasi 188 kasus positif covid-19 telah ditangani dan 134 di antaranya dinyatakan sembuh, 50 kasus di ruang isolasi dan empat lainnya di rumah sakit.

    "Data-data itu kita terbuka semuanya, komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 daerah Kabupaten Mimika dan secara rutin setiap minggu dua kali ada rakor dengan Pak Bupati dan data di kami disclose, angka semua berdasarkan dari kami yang di Tembagapura," paparnya.

    Tony menambahkan bahwa tetap berproduksinya perusahaan tambang selama pandemi covid-19 telah menjaga 94 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Mimika yang berasal dari PTFI. Kemudian kontribusi PTFI sebanyak 46 persen terhadap PDRB Provinsi Papua juga bisa dioptimalkan.

    "Dengan terus berproduksi pendapatan negara juga akan tetap ada dari kami. Sampai Mei sudah Rp2 triliun yang sudah kami setorkan kepada pemerintah dan dalam bentuk pajak, PNBP dan juga pungutan lainnnya, juga multiplayer effect yang tercipta dengan beroperasinya PTFI ini," ucap Tony.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id