Investor tak Perlu Urus Pembebasan Lahan untuk Bangun Pabrik

    Suci Sedya Utami - 10 Agustus 2020 19:34 WIB
    Investor tak Perlu Urus Pembebasan Lahan untuk Bangun Pabrik
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.
    Jakarta: Pemerintah berencana memberikan kemudahan bagi investor atau pengusaha yang berniat untuk berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik. Kemudahan yang akan diberikan berupa keringanan untuk tidak perlu melakukan pembebasan tanah.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuldjono untuk mempercepat penggabungan kawasan industri di Batang dan Subang.

    Kawasan tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi investor luar negeri yang ingin merelokasi investasinya dari negara lain ke Indonesia atau juga bagi pengusaha lokal yang mau membangun pabrik.

    "Kita mudahkan, yang tadinya mesti bebasin tahan, sekarang enggak usah," kata Erick dalam audiensi dengan Kadin Indonesia, Senin, 10 Agustus 2020.

    Erick mengatakan ada 40 ribu hektare lahan di Batang dan 1.600 hektare lahan di Subang yang bisa dipergunakan menjadi kawasan industri. Ia bilang lahan-lahan tersebut adalah milik PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN.'

    "Jadi enggak usah bebasin tanah, sudah tinggal masuk, airnya disiapkan, tanahnya enggak usah beli. Ini terobosan yang dilakukan Bapak Presiden," ujar Erick.

    Namun demian, lanjut Erick, pemerintah meminta waktu untuk mensinkronkan kebijakan tersebut dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar nantinya tidak dianggap menimbulkan moral hazard atau kerugian negara.

    "Tapi berikan kami waktu agar enggak disebut sebagai kerugian negara," jelas mantan bos Inter Milan itu.

    Sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada sebanyak 17 investor berpotensi besar merelokasikan investasinya ke Indonesia.
     
    "Ada 17 perusahaan yang sudah 70 persen hingga 80 persen potensinya (untuk benar-benar relokasi ke Indonesia)," kata Bahlil.

    Bahlil menjelaskan hingga saat ini sudah ada tujuh perusahaan yang telah resmi melakukan relokasi investasi ke Indonesia. Pemerintah pun terus memburu perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi investasi untuk bisa masuk ke Tanah Air.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id