comscore

Sri Mulyani Siapkan Skema Transisi Energi yang Ramah Lingkungan

Eko Nordiansyah - 30 November 2021 14:41 WIB
Sri Mulyani Siapkan Skema Transisi Energi yang Ramah Lingkungan
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: dok Kementerian Keuangan
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyusun skema transisi energi yang ramah lingkungan.

Menurut dia, skema transisi energi yang tepat perlu dicapai untuk memenuhi komitmen pengurangan emisi karbon. Dalam Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional.
Namun demikian, dibutuhkan anggaran dan investasi yang besar dan tidak hanya datang dari pemerintah tetapi juga dari sektor swasta.

"Jadi bagi Indonesia, merancang transisi energi yang tepat akan menjadi sangat, sangat, sangat kritis. Di satu sisi, bagaimana Indonesia dapat membangun dan memelihara. Di sisi lain, bagaimana Indonesia dapat memenuhi dan berpartisipasi dalam upaya kolektif global untuk menghindari bencana perubahan iklim," katanya dalam webinar di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

Saat ini, ia bekerja sama dengan Menteri ESDM sedang menggarap skema transisi energi yang tidak hanya terkait dengan batubara, tetapi juga bahan bakar fosil lainnya termasuk minyak dan gas. Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap semua pemangku kepentingan terutama industri hulu migas bisa memberikan masukan dan pemikirannya.

"Bagaimana Indonesia dengan potensi produksi migas kita sendiri yang masih tersedia, perlu dioptimalkan. Namun di sisi lain, bagaimana kita akan mampu merancang transisi yang kredibel dan berkelanjutan menuju energi yang lebih terbarukan. Bagaimana kita bisa menerapkan teknologi, yang saya tahu saat ini tidak murah," ungkapnya.

Sri Mulyani tak ingin pemerintah bekerja sendirian dalam menyusun peta jalan transisi energi dalam rangka mencegah dampak perubahan iklim. Terlebih Indonesia juga berkomitmen mencapai emisi nol bersih atau net zero emission (NZE) pada 2050, dengan pengurangan karbon yang lebih agresif dan cepat pada 2030.

"Ini semua adalah masalah yang saya tidak akan mengklaim bahwa kami dan Menteri Keuangan tahu segalanya, kami bersedia untuk terus mendengarkan dan berdiskusi secara sangat konstruktif dengan tidak hanya Menteri ESDM, tetapi sebagian besar dengan industri," pungkas dia.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id