Pekerja Anak Makin Menjamur, Tembus 1,5 Juta Jiwa

    Suci Sedya Utami - 14 Juni 2021 17:08 WIB
    Pekerja Anak Makin Menjamur, Tembus 1,5 Juta Jiwa
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI



    Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen menghapus dan menarik pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008.

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam periode 2008-2020, terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun.

     



    Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, saat menyampaikan keynote speech pada acara End Child Labour Virtual Race 2021 yang diselenggarakan oleh ILO dalam rangka World Day Against Labour 2021 belum lama ini.

    Ida mengatakan pemerintah telah menandatangani ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999. Selain itu, pemerintah juga memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

    "Kami di Kementerian Ketenagakerjaan serius dan tegas dalam melakukan berbagai upaya konkrit guna mengurangi pekerja anak di Indonesia," jelas Ida dalam keterangan resmi, Senin, 14 Juni 2021.

    Berbagai upaya yang akan dilakukan pada 2021 ini di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan pada kelompok rentan, agar peduli pada pemenuhan hak anak dan tidak melibatkan anak dalam pekerjaan berbahaya. Hal ini dilakukan di antaranya melalui supervisi ke perkebunan kelapa sawit dan perkebunan tembakau.

    Kedua, langkah-langkah koordinasi dan asistensi untuk mengembalikan anak-anak ke pendidikan, dengan menggunakan berbagai pendekatan.

    Ketiga, memberikan pelatihan pada pekerja anak dari kelompok rentan (putus sekolah dan keluarga miskin) dalam program pelatihan berbasis komunitas dan pemagangan pada lapangan pekerjaan.

    Keempat, memfasilitasi intervensi bantuan sosial atau perlindungan sosial pada kelompok atau buruh dan keluarga miskin yang terdampak covid-19 yang memiliki kerentanan terhadap anggota keluarga untuk menjadi pekerja anak.

    Kelima, melakukan supervisi atau pemeriksaan ke perusahaan yang diduga mempekerjakan anak. Keenam, melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi norma kerja anak kepada stakeholder. Ketujuh pencanangan zona atau kawasan bebas pekerja anak di Sumatera Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

    Ida mengakui, saat ini masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh, terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera.

    "Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-anak terlibat dalam pekerjaan yang membahayakan atau bahkan terjerumus dalam bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak yang sangat merugikan keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak," kata dia.

    Sementara itu, Dirjen Binwasnaker & K3, Haiyani Rumondang, menambahkan, pekerja anak yang telah berhasil ditarik dari dunia kerja kemudian ditindaklanjuti ke dunia Pendidikan yaitu Pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA), pendidikan non formal (paket A, paket B, paket C, dan pesantren).

    "Program pelatihan telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat Provinsi, Kementerian Sosial, Dinas Sosial di tingkat Provinsi, Kementerian Agama, Kantor Wilayah Agama Provinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)," tambah Haiyani.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id