Masih Pandemi, Rangkaian Pertemuan G20 di Indonesia Bakal Dilakukan Hybrid

    Eko Nordiansyah - 14 September 2021 21:53 WIB
    Masih Pandemi, Rangkaian Pertemuan G20 di Indonesia Bakal Dilakukan <i>Hybrid</i>
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: tangkapan layar Youtube.



    Jakarta: Indonesia resmi telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 dan akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan G20. Pelaksanaan rangkaian pertemuan G20 ini akan dilakukan secara hybrid, yakni dengan pertemuan fisik ataupun pertemuan virtual karena masih dalam situasi pandemi covid-19.

    "Sesuai arahan Bapak Presiden, pertemuan akan dilakukan secara hybrid, dengan mempertimbangkan kondisi pengendalian covid-19 dan dilakukan (pertemuan) secara fisik sesuai dengan parameter yang ada," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam video conference, Selasa, 14 September 2021.

     



    Airlangga memastikan, pelaksanaan pertemuan fisik dari rangkaian KTT G20 ini akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai standar WHO. Selain itu, persyaratan vaksinasi juga akan dilakukan, serta ketersediaan rumah sakit klasifikasi A di daerah tersebut.

    "Oleh karena itu, Indonesia memastikan pertemuan side event di bawah presidensi Indonesia akan mengikuti parameter kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, dan melakukan level asessment terhadap pandemi sesuai dengan standar WHO," ungkapnya.

    Ia menambahkan, presidensi G20 Indonesia secara resmi akan dimulai sejak 1 Desember 2021 sampai dengan 31 November 2022 dengan tema 'Recover Together, Recover Stronger'. Ada sekitar 150 pertemuan dan side events yang terbagi atas pertemuan pada tingkat kelompok kerja (Working Groups), tingkat Menteri, tingkat Sherpa dan Finance Deputies, hingga KTT.

    "Jumlah delegasi yang hadir per pertemuan berkisar antara 500 sampai dengan 5.800 sepanjang tahun," lanjut dia.

    Dalam melaksanakan peran sebagai Presidensi G20, Indonesia akan melakukan koordinasi kebijakan global yang berkontribusi terhadap tata kelola dunia yang lebih seimbang, membuat G20 lebih adaptif terhadap krisis, dan memperjuangkan kepentingan nasional di forum global, melalui isu-isu terkait Transformasi Digital dan Ekonomi Inklusif.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id