Sampah Makanan RI Picu Kerugian Ekonomi hingga Rp551 Triliun per Tahun

    Suci Sedya Utami - 10 Juni 2021 15:47 WIB
    Sampah Makanan RI Picu Kerugian Ekonomi hingga Rp551 Triliun per Tahun
    Ilustrasi sampah makanan - - Foto: dok MI



    Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas bersama Waste4Change dan didukung oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia serta United Kingdom Foreign, Commonwealth, and Development Office (UKFCDO) meluncurkan hasil kajian Food Loss and Waste (FLW) atau sampah makanan baik mentah maupun siap dikonsumsi di Indonesia.

    Hasil kajian menunjukkan timbunan FLW di Indonesia menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun. Jumlah itu setara dengan empat sampai lima persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia per tahun.

     



    Di sektor lingkungan, pada periode 2000-2019 atau selama 20 tahun lamanya, timbulan FLW di Indonesia mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara dengan 115-184 kg per kapita per tahun. Dalam periode yang sama, timbulan ini juga menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 1.702,9 Megaton CO2-ekuivalen atau setara dengan 7,29 persen rata-rata emisi GRK Indonesia per tahun.

    Dari kacamata sosial, kehilangan kandungan energi yang hilang akibat FLW diperkirakan setara dengan porsi makan 61 juta-125 juta orang per tahun. Data juga menunjukkan bahwa timbulan FLW didominasi oleh jenis padi-padian yakni beras, jagung, gandum, dan produk terkait, sementara jenis pangan yang prosesnya paling tidak efisien adalah sayur-sayuran, di mana kehilangannya mencapai 62,8 persen dari seluruh suplai domestik sayur-sayuran yang ada di Indonesia.

    "Dengan menyajikan sejumlah hasil analisis yang bersifat evidence-based, kajian Food Loss and Waste di Indonesia ini menjadi pedoman dan referensi bagi para pengambil kebijakan sehingga implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," ujar Menteri PPN Suharso Monoarfa dalam keterangan resmi, Kamis, 10 Juni 2021.

    Hasil kajian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan guna membantu mewujudkan komitmen Indonesia dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs), khususnya terkait tujuan konsumsi dan produksi serta tanggung jawab mengurangi separuh food waste per kapita di tahap distribusi dan konsumsi serta mengurangi food loss di tahap produksi dan sepanjang rantai pasok, termasuk kehilangan di pascapanen pada 2030.

    Suharso mengatakan kondisi pandemi yang masih terus berlangsung mendorong pihaknya untuk memanfaatkan momentum pemulihan nasional pascapandemi covid-19 untuk membangun kembali Indonesia secara lebih baik dan berkelanjutan, salah satunya dimulai dengan transisi bertahap dari ekonomi konvensional menuju ekonomi sirkular, termasuk di dalamnya isu food loss and waste. Kolaborasi aktif dari seluruh pihak terkait sangat diperlukan untuk memberikan hasil yang bermakna dan konkret untuk masyarakat Indonesia

    "Permintaan kebutuhan pangan yang tinggi, namun dengan ketersediaan pangan yang terbatas akibat pembatasan mobilisasi selama pandemi covid-19, menunjukkan kepada kita bahwa diperlukan lompatan besar terhadap pola ketersediaan pangan di Indonesia. Untuk itu, identifikasi food loss and waste yang ada di Indonesia menjadi penting agar kita dapat merencanakan serta mengembangkan upaya-upaya untuk memperkecil gap tersebut," pungkas Suharso.

    Sejauh ini, kebijakan terkait pengelolaan FLW menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pembangunan rendah karbon yang telah menjadi program prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Beberapa kegiatan prioritas dalam pembangunan rendah karbon seperti pertanian berkelanjutan dan penanganan limbah menjadi rangkaian upaya untuk mewujudkan ekonomi sirkular sekaligus mengelola FLW secara lebih berkelanjutan di Indonesia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id