Pertamina Cabut Usaha Pangkalan Elpiji Nakal

    Suci Sedya Utami - 15 Oktober 2020 11:09 WIB
    Pertamina Cabut Usaha Pangkalan Elpiji Nakal
    Ilustrasi pangkalan Elpiji 3 kg - - Foto: dok MI
    Bintan: PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melakukan pemutusan hubungan usaha (PHU) dengan pangkalan nakal yang menjual elpiji 3 kg ke pengecer. Sebelumnya surat peringatan sudah dilayangkan kepada agen yang membawahi pangkalan tersebut.

    Unit Manager Comm, Rel, & CSR MOR I, M. Roby Hervindo mengungkapkan berdasarkan hasil temuan Polres Bintan, pangkalan Opik terbukti menjual 40 tabung elpiji tabung melon kepada pengecer. Padahal aturan Pertamina melarang pangkalan menjual elpiji tersebut ke pengecer.

    "Pangkalan Opik yang diamankan pihak Polres Bintan karena melakukan penjualan ke pengecer akan di PHU. Agen penyalur elpiji yang membawahi pangkalan Opik, juga akan kami berikan sanksi surat peringatan karena kurang ketat dalam pengawasan dan pembinaan,” kata Roby dalam keterangan resmi, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Berdasarkan catatan Pertamina, sepanjang 2020 terdapat lima pangkalan yang sudah diberikan sanksi berupa surat peringatan. Sementara satu pangkalan dicabut izin usahanya akibat menjual elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET).

    Berkaca dari temuan pangkalan nakal, Pertamina MOR I akan memperketat pengawasan dan menertibkan tata niaga Elpiji di Kepri. Penentuan pangkalan dan rayonisasi akan dijalankan berdasarkan aturan yang ditetapkan Pertamina.

    “Sehingga pembinaan kepada agen dan pangkalan elpiji yang berkontrak dengan Pertamina, dapat kita tingkatkan dan diperketat lagi pengawasannya,” ujar Roby.  

    Pertamina pun mendorong masyarakat mampu agar mengkonsumsi elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 kg dan elpiji 12 kg. Bila masyarakat mampu tidak mengambil hak warga miskin, elpiji subsidi 3 kg akan mencukupi.

    Pertamina memberikan program khusus tukar tabung elpiji 3 kg menjadi Bright Gas bagi warga mampu. Penukaran tabung ini bisa dilakukan di agen elpiji maupun SPBU.


    "Elpiji 3 kg subsidi diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Mengacu data BPS 2019, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bintan hanya kisaran 10.140 jiwa. Dengan kuota elpiji 3 kg pada 2020 mencapai 2.141.000 tabung, semestinya mencukupi," jelas Roby.

    Merujuk pada data penyaluran  hingga September 2020,sudah disalurkan lebih dari 1.484.000 tabung elpiji 3 kg di Bintan. Sisa kuota yang tersedia hingga Desember 2020 untuk wilayah Bintan berjumlah 657 ribu tabung.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id