PLN - Perusahaan Listrik Negara

    Pemanfaatan Lampu UV Terbukti Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

    M Studio - 31 Januari 2021 19:44 WIB
    Pemanfaatan Lampu UV Terbukti Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik
    PLN melalui program PLN Peduli bekerja sama dengan P4S Buana Lestari mengembangkan sistem hidroponik dengan memanfaatkan sinar lampu UV (Foto:Dok.PLN)



    Jakarta: Tak hanya digunakan sebagai alat penerangan, listrik juga dapat meningkatkan produktivitas di bidang pertanian. PLN melalui program PLN Peduli bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Buana Lestari yang berlokasi di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

    Kerja sama tersebut mengembangkan sistem hidroponik dengan memanfaatkan sinar lampu UV. Manfaat sistem ini telah dirasakan Asrori, salah seorang penggerak program hidroponik sinar lampu UV di WETT Betet. Dia mengakui hasil panen tanaman hidroponiknya meningkat sejak memanfaatkan sinar lampu UV sebagai pengganti cahaya matahari di malam hari. 






    "Berkat sinar lampu UV, nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik terus terjaga serta mendapatkan cukup sinar selama 24 jam penuh sehingga tanaman tumbuh lebih optimal," ucap Asrori, dikutip siaran pers, Minggu, 31 Januari 2021.

    Dengan sistem pengairan yang stabil dan penerangan dengan lampu UV ini, sayur organik dapat dipanen hanya dalam waktu 30-35 hari, lebih cepat dari waktu normalnya yakni 45 hari. Dari sisi beratnya pun bisa mencapai 200-250 gram untuk setiap batang tanamannya. Tentunya lebih berat dari hidroponik biasa yang biasanya hanya mencapai 150 gram per batang tanaman.

    “Namun yang perlu diingat bahwa lampu yang digunakan harus lampu khusus yang biasa disebut GROW LED yang memancarkan spektrum cahaya ultraviolet. Selain itu, jarak antar lampu pun harus menyesuaikan. Idealnya 1 lampu untuk 2 meter persegi dengan tinggi 150 cm dari tanaman,” kata Asrori.

    Dari segi kualitas, tanaman yang menggunakan sistem hidroponik dengan sinar lampu UV, memiliki daun yang lebih cerah, akar putih cerah. Ini menjadi indikator bahwa tanaman tersebut sehat. 

    “Dari segi rasa juga tidak perlu khawatir, karena tidak pahit, ini pun sekaligus aman untuk langsung dikonsumsi,” ujarnya.

    Pemanfaatan Lampu UV Terbukti Tingkatkan Produktivitas Tanaman Hidroponik

    Jika ditilik dari segi kalkulator bisnis, sistem hidroponik dengan sinar lampu UV memberikan prospek yang menjanjikan karena menjadi solusi pertanian di lahan terbatas.

    Untuk skala kecil rumah tangga 40 lubang, investasi yang dikeluarkan untuk starter kit hidroponik dengan sinar lampu UV sekitar Rp1,8 juta dengan biaya operasional setiap kali tanam hanya sebesar Rp100 ribu. Berat hasil panen untuk setiap lubang berkisar di angka 200-250 gram.

    Artinya, untuk 40 lubang pelaku hidroponik dengan sinar lampu UV dapat memeroleh hasil kurang lebih 10 kilogram (kg) dalam satu kali panen. Jika dikalkulasikan dengan harga per kg di pasaran mencapai Rp25 ribu, pelaku hidroponik bisa memetik omzet Rp250 ribu.

    Dalam setahun, dengan memanfaatkan sinar lampu UV, pelaku hidroponik dapat melakukan 9-12 kali masa tanam, berbanding lurus dengan frekuensi masa panen. Itu artinya omzet yang didapatkan dapat mencapai jutaan rupiah. Hal ini berbeda dengan sistem hidroponik biasa yang masa tanamnya berkisar antara 6-9 kali dengan sistem rotari.

    Beranjak dari skala kecil rumah tangga, untuk skala hobi dan industri, sistem hidroponik dengan sinar lampu UV ini juga tidak kalah menjanjikan. Sebut saja untuk skala hobi 200 lubang, investasi yang dikeluarkan untuk starter kit Rp7,5 juta dengan biaya operasional setiap kali tanam Rp465 ribu. Dari skala ini, pelaku hidroponik dapat menghasilkan 50 kg tanaman hidroponik dalam satu kali masa panen atau sekitar Rp1.250.000.

    Jika diakumulasikan dalam satu tahun, pendapatan tersebut sudah bisa menutup biaya investasi yang telah dikeluarkan di awal. Sama halnya dengan skala industri, investasi yang diperlukan meliputi starter kit hidroponik NFT 2000 lubang dengan sinar lampu UV dan juga Green House berukuran 8x20 m. Biaya yang dikeluarkan oleh pelaku hidroponik dalam investasi ini juga akan berbanding lurus dengan hasil panen yang didapatkan. 

    Melihat peluang tersebut, hidroponik dengan sinar lampu UV dapat dinyatakan memiliki prospek yang cerah, di samping membangun ketahanan pangan dengan pola hidup sehat, pun dapat bernilai ekonomis. 

    "Hal ini juga yang menjadikan para pelaku hidroponik mulai merambah mengembangkan sistem hidroponik dengan sinar lampu UV untuk meningkatkan produktivitas tanaman,” ucap Asrori.

    Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi, bersyukur bahwa program PLN Peduli telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat maupun lingkungan. 

    Selaras dengan Transformasi yang sedang dijalankan, kata Agung, PLN siap berkolaborasi dengan masyarakat untuk menghadirkan inovasi, khususnya yang berkaitan dengan kelistrikan dalam rangka mendorong produktivitas masyarakat.

    PLN berkomitmen untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Ini sejalan dengan motto PLN, listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas yang membawa dampak baik bagi masyarakat, serta mendukung lingkungan yang lebih ramah,” ucap Agung.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id