Hari Pertama Larangan Mudik, KAI Layani 2.852 Penumpang

    Suci Sedya Utami - 07 Mei 2021 12:42 WIB
    Hari Pertama Larangan Mudik, KAI Layani 2.852 Penumpang
    Ilustrasi penumpang kereta api jarak jauh- - Foto: dok KAI



    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) telah melayani 2.852 pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non-mudik pada hari pertama pemberlakuan larangan mudik di Jawa dan Sumatra pada Kamis, 6 Mei 2021.

    Jumlah tersebut turun 91,6 persen dari rata-rata volume pelanggan kereta api jarak jauh di April 2021 sebesar 33.882 pelanggan per hari. Adapun rute yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang dikecualikan untuk naik KA Jarak Jauh tersebut adalah Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Semarang, dan Jakarta-Surabaya.

     



    "Secara umum pelayanan kereta api di hari pertama masa peniadaan mudik berlangsung lancar dan tertib. KAI siap melayani masyarakat yang dikecualikan di masa peniadaan mudik dengan baik," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Mei 2021.

    Joni mengatakan KAI menemukan 403 calon penumpang yang tidak melengkapi berkas-berkas persyaratan naik kereta api jarak jauh. Rinciannya, 329 orang tidak membawa Surat Izin Perjalanan dan 74 orang tidak membawa surat bebas covid-19 yang masih berlaku.

    Petugas di stasiun akan melakukan verifikasi berkas-berkas calon penumpang secara cermat dan teliti. Jika ditemukan yang tidak sesuai berkasnya, maka tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan dan tiket akan dibatalkan.

    Verifikasi tersebut dilakukan guna memastikan bahwa hanya orang-orang yang dikecualikan yang dapat menggunakan kereta api jarak jauh dan bukan untuk kepentingan mudik lebaran.

    “Agar perjalanan aman dan nyaman, kami mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk melengkapi berkas sebelum tiba di stasiun. Pastikan berkas yang disiapkan sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah,” terang Joni.

    Pada masa peniadaan mudik Lebaran yaitu 6-17 Mei 2021, KAI mengoperasikan 19 kereta api jarak jauh untuk melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah, bukan untuk kepentingan mudik. Tiket dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi mitra resmi KAI, dan loket stasiun.


    Orang-orang yang dikecualikan tersebut adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bekerja, perjalanan dinas, mengunjungi keluarga sakit, kunjungan duka karena anggota keluarga meninggal, perjalanan ibu hamil, dan kepentingan nonmudik lainnya.

    Adapun syarat untuk naik KA Jarak Jauh yaitu menyertakan Surat Izin Perjalanan dari atasan bagi pegawai atau Kepala Desa/Lurah bagi masyarakat umum serta surat bebas covid-19 yang masih berlaku. Untuk syarat dan ketentuan selengkapnya dapat dilihat pada web kai.id dan aplikasi KAI Access.

    “Kami berkomitmen menyediakan konektivitas bagi orang-orang yang dikecualikan dengan protokol kesehatan yang ketat. Harapannya masyarakat dengan kepentingan mendesak tersebut tetap dapat melakukan aktivitasnya dengan aman dan nyaman,” tutup Joni.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id