Pesawat Hilang Kontak, Ini Sejarah Sriwijaya Air

    Ade Hapsari Lestarini - 09 Januari 2021 20:26 WIB
    Pesawat Hilang Kontak, Ini Sejarah Sriwijaya Air
    Ilustrasi Sriwijaya Air. Foto: AFP/Adek Berry.
    Jakarta: Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak telah hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB pada hari ini. Investigasi pun terus dilakukan melalui koordinasi dengan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

    Pihak Sriwijaya Air pun masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak untuk mengonfirmasi kabar pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 tersebut.

    "Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait, guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak," kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika, dikutip dari Mediaindonesia.com, Sabtu, 9 Januari 2021.

    Pesawat yang didominasi warna merah dan biru itu sudah lama eksis di dunia penerbangan. Pada 10 November 2003, tepat saat hari Pahlawan, Sriwijaya Air mengudara untuk pertama kalinya.

    Mengutip laman resmi perusahaan, Sabtu, 9 Januari 2021, penerbangan perdana Sriwijaya Air saat itu dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP.

    Saat ini, Sriwijaya Air memiliki 48 pesawat Boeing dengan melayani total 53 rute termasuk rute regional Medan-Penang PP dan rute internasional lainnya.

    Baca: Ini Spesifikasi Boeing 737-500, Pesawat Tujuan Pontianak yang Hilang Kontak

    Dalam rangka pengembangan rute dan pangsa pasar, Sriwijaya Air telah mendatangkan pesawat Boeing 737-800 Next Generation (NG) dan Boeing 737-900 Extended Range (ER).

    Adapun pesawat yang hilang kontak itu diketahui berjenis Boeing 737-500. Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY182 itu merupakan bagian dari Boeing 737 classic. Khusus untuk seri -500 ini, memiliki dimensi yang lebih kecil.

    Catatan Medcom.id, kehadiran Boeing 737-500 ini memungkinkan maskapai mengoperasikan pesawat dengan rute lebih jauh dengan penumpang lebih sedikit serta lebih ekonomis dibanding seri 737-300. Meskipun lebih kecil dibanding pendahulunya, 737-500 bisa membawa 140 penumpang.

    Mesin pesawat diperkuat dengan keluaran CFM56-3 yang diklaim lebih efisien 25 persen dibanding mesin dari P&W. Boeing 737-500 diluncurkan oleh manufaktur asal Negeri Paman Sam pada 1987. Sementara pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dibuat pada 1994. Adapun Sriwijaya Air mengoperasikan enam pesawat jenis ini.

    Pesawat jenis ini dipensiunkan setelah 21 tahun masa operasi, dibandingkan seri 737-300 yang dihentikan setelah 24 tahun terbang.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id