New Normal Buka Peluang Besar untuk Perusahaan Logistik

    Angga Bratadharma - 13 November 2020 08:31 WIB
    New Normal Buka Peluang Besar untuk Perusahaan Logistik
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
    Jakarta: Bisnis logistik masih memiliki peluang yang besar terutama di tengah pandemi covid-19. Potensi yang terbuka lebar itu lantaran pada saat pandemi masyarakat lebih memilih berbelanja secara daring yang artinya industri logistik memainkan peran besar.

    "Dengan berjalannya era new normal, terjadi perubahan kebiasaan masyarakat yang biasa bertransaksi offline sekarang beralih menjadi transaksi online," ungkap Chief Marketing Officer SiCepat Ekspres Wiwin Dewi Herawati, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 November 2020.

    Guna memacu laju bisnis terutama di tengah pandemi covid-19, Wiwin mengatakan, pihaknya menggunakan produk HaLU atau Harga Mulai Lima Ribu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati harga pengiriman yang murah namun tidak mengurangi layanan dan kualitas pengiriman.

    "Dengan adanya produk HaLU, mimpi masyarakat untuk menikmati ongkos kirim yang murah dan terjangkau dapat terwujud," ucapnya.

    Lebih lanjut, Wiwin mengatakan pihaknya kini menjadi sponsor utama dari ajang pencarian bakat menyanyi. Wiwin menambahkan SiCepat Ekspres bersama ajang tersebut mempunyai kesamaan visi dan misi.

    "Ini memberikan peluang bagi anak muda untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang penyanyi idola, maka SiCepat Ekspres memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat menikmati harga pengiriman yang murah," tuturnya.

    Di sisi lain, analisis Supply Chain Indonesia (SCI), pada periode Mei sampai dengan September 2020, mengungkapkan angkutan kereta api tumbuh rata-rata 7,9 persen dan angkutan laut tumbuh 5,2 persen. Pertumbuhan tersebut memberikan indikasi awal pemulihan sektor transportasi dan logistik.
     
    "Pada periode tiga bulan sebelumnya, yaitu Maret sampai dengan Mei 2020, angkutan kereta api turun rata-rata 7,7 persen dan angkutan laut turun 1,8 persen," kata Chairman SCI Setijadi.

    Indikasi positif lainnya adalah kenaikan nilai ekspor dan impor Indonesia. Nilai ekspor pada September 2020 sebesar USD14,01 miliar atau naik 6,97 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Pada periode itu, impor sebesar USD11,57 miliar atau naik 7,71 persen.
     
    Ia menambahkan perusahaan transportasi angkutan kereta api dan laut perlu melakukan perencanaan bisnis yang tepat terkait indikasi pemulihan sektor logistik. Secara umum, penyedia jasa logistik perlu menyiapkan diri dengan meningkatkan kapabilitas proses dan teknologi, serta kompetensi SDM.
     
    Jasa transportasi dan jasa logistik secara umum berperan penting, lanjutnya, karena efisiensi logistik akan berdampak terhadap daya saing produk dan komoditas, maupun tingkat kesejahteraan masyarakat. Bahkan, peningkatan daya beli masyarakat sangat penting dalam pemulihan ekonomi nasional.
     
    Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 57,85 persen terhadap PDB pada Agustus 2020. "Perbaikan sistem logistik juga diharapkan dapat memperbaiki rantai pasok produk dan komoditas lokal untuk mengurangi volume impor," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id