Pandemi Melahirkan Peluang Baru di Perdagangan

    Ilham wibowo - 11 November 2020 18:54 WIB
    Pandemi Melahirkan Peluang Baru di Perdagangan
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto - - Foto: dok Kemendag
    Jakarta: Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut kinerja perdagangan Indonesia masih relatif stabil di tengah pelemahan ekonomi global akibat pandemi covid-19. Sebab, pandemi melahirkan beragam peluang baru bagi dunia usaha.

    "Walau dampak pandemi sangat merugikan bidang perdagangan, di sisi lain, situasi pandemi ini juga melahirkan beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan. Di antaranya relokasi pusat industri dan investasi global, serta transformasi digital dan perkembangan teknologi informasi," kata Agus di Forum Perdagangan, Pariwisata dan Investasi secara virtual, Rabu, 11 November 2020.

    Agus mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi dalam meningkatkan pertumbuhan perdagangan, di antaranya perlindungan industri dalam negeri, relaksasi impor bahan baku dan pemberdayaan konsumen. Kemudian pemanfaatan produk dalam negeri di program Bangga Buatan Indonesia serta optimalisasi niaga elektronik.

    Sedangkan untuk perdagangan luar negeri, lanjut Agus, fokus produk dan pasar ekspor; relaksasi ekspor dan impor untuk tujuan ekspor, peningkatan daya saing produk; optimalisasi kerja sama perdagangan, penguatan usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor; peningkatan ekspor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN); optimalisasi sistem resi gudang untuk komoditas ekspor, serta penguatan akses pasar.

    Adapun bentuk penguatan akses pasar yang telah dilaksanakan oleh pemerintah adalah melalui Perjanjian Kemitraan Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA). Fasilitas ini  dapat dimanfaatkan para pelaku usaha, termasuk UKM, untuk mendorong perdagangan dan investasi kedua negara lantaran mendapatkan tarif nol persen.

    "Strategi jangka pendek berorientasi pada pendekatan produk dan pendekatan pasar, sedangkan untuk strategi jangka menengah dilakukan melalui pemetaan produk Indonesia di negara akreditasi," tambah dia.

    Sementara itu, dukungan peningkatan ekspor juga dilakukan dengan stimulus pembiayaan kepada pelaku usaha dengan memanfaatkan akses pasar ke negara mitra perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA). Kinerja perwakilan perdagangan di luar negeri saat ini telah diminta untuk lebih dioptimalkan menyampaikan hasil intelijen pasar.
     
    "Meskipun kali ini Trade Expo Indonesia (TEI) diselenggarakan secara virtual, diharapkan pada akhirnya akan tetap mencapai nilai transaksi maksimal. Hal ini dilakukan untuk terus meningkatkan perekonomian dan kinerja ekspor nasional dengan mentransformasi berbagai kegiatan perdagangan luring menjadi daring," imbuh Mendag.
     

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id