comscore

Teten: UMKM Perempuan Ciptakan Wirausahawan Mapan Baru

Antara - 28 Juni 2022 19:00 WIB
Teten: UMKM Perempuan Ciptakan Wirausahawan Mapan Baru
Ilustrasi Produk UMKM Indonesia. Foto: dok MI.
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi banyaknya UMKM yang dikelola oleh perempuan yang masih bisa menyekolahkan anak-anak mereka serta berpotensi menciptakan generasi wirausahawan mapan yang baru.

"Sebagian dari bisnis (UMKM) perempuan ini adalah lebih ke survival economy untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi kalau kita lihat peran di dalam keluarga bagaimana mereka bisa menyekolahkan anak dengan pendapatan dari UMKM, kita berharap nanti dari keluarga mereka akan muncul anak-anak muda yang berpendidikan yang bisa memunculkan wirausaha baru," kata Teten dalam rilis webinar Bangga UKM, Selasa, 28 Juni 2022.
Teten mengingatkan, sebanyak 64 persen pelaku usaha kecil, mikro dan menengah adalah kaum perempuan dan sebagian besar bergerak di bidang kuliner. Ia juga menyatakan bahwa UMKM yang dikelola perempuan menjadi salah satu target pemerintah dalam rangka melahirkan satu juta wirausaha mapan baru. "Problemnya itu (UMKM perempuan) adalah produktivitas dan kualitas produk," katanya.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah akan terus mendampingi UMKM perempuan agar bisa bersaing, contohnya dengan mempermudah akses pembiayaan bukan hanya untuk modal kerja tetapi juga untuk mengembangkan produk. Pemerintah, lanjutnya, juga tengah menyusun konsep UKM kluster untuk bisa meningkatkan daya saing dan juga pengembangan produk.

"Kita cari model kluster di mana UKM yang gabung dalam kluster, jadi agregator seperti e-commerce. Di dalam klaster itu ada penelitian dan pengembangan, sehingga untuk inovasi produk tidak perlu dikerjakan lagi semuanya jadi hanya produksi saja. Litbang untuk pengembangan produk dilakukan yang lain. Itu konsep UKM kluster dalam rantai pasok," papar Teten.
 
Baca Juga: Optimalisasi Digital Buat Daya Tahan UMKM Lebih Baik saat Pandemi Covid-19

Teten juga berharap UKM yang ada saat ini untuk memproduksi barang yang sudah ada pangsa pasarnya. Apalagi, Menkop UKM mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan pemerintah pusat dan daerah untuk alokasikan 40 persen anggaran belanja untuk beli produk koperasi dan UKM.

"Jumlahnya mencapai Rp400 triliun dan ini sudah jelas pangsa pasarnya. UKM akan dibimbing untuk produksi barang dan jasa yang pangsa pasarnya sudah ada," kata Teten.

Pascapandemi, pemerintah tidak hanya ingin UKM pulih tapi juga melakukan transformasi ke ranah digital, dengan target 30 juta UKM transformasi ke digital pada 2024, yang sekarang baru mencapai sekitar 19 juta UKM.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof Djisman Simandjuntak mengatakan, transformasi digital UKM bukan hanya di bidang logistik dengan platform sebagai pangkalan. Namun, kata Djisman, produksi UKM juga harus mengalami perubahan teknologi dan ini menjadi kunci pengembangan usaha kecil dan menengah.

"Dia harus mengalami teknologisasi, sumber utama pertumbuhan adalah perubahan teknologi. Sekarang ini kita menghadapi zaman, teknologi itu memasuki segala proses yang diperlukan di dalam bisnis," kata Djisman.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id