comscore

High-level Dialogue on Global Development, Jokowi Ajukan 3 Usulan Perkuat Kemitraan

Al Abrar - 26 Juni 2022 12:11 WIB
High-level Dialogue on Global Development, Jokowi Ajukan 3 Usulan Perkuat Kemitraan
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jakarta: Presiden Indonesia Joko Widodo ikut memberikan masukan kepada negara-negara anggota G20 untuk bertindak segera dalam menghadapi tantangan dunia saat ini yang dinilai sangat berat. Di antaranya tantangan terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga stabilitas keuangan yang makin sulit. 

Guna mengatasi masalah tersebut, Presiden Jokowi pun mengusulkan tiga langkah yang harus dijalankan bersama oleh semua negara, yakni sinergi mengatasi emerging challenges, perkuat kemitraan global untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus pada pendanaan pembangunan dan penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru. 
"Pertama, sinergi untuk mengatasi emerging challenges. Sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan,” kata Jokowi dalam pidatonya secara virtual pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, kemarin.

Dikatakan Jokowi, ada negara yang berinisiatif melakukan langkah tersebut, namun hal tersebut tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tanpa memperhitungkan suara negara berkembang dan saling bersinergi.

“Saya mencatat banyak inisiatif lain dari berbagai pihak. Berbagai inisiatif yang ada tersebut harus saling bersinergi dan saling memperkuat, harus memperhitungkan suara negara-negara berkembang, harus mengedepankan dialog," ujar Jokowi.
 
Baca: Jokowi akan Bujuk Zelensky dan Putin Membuka Ruang Dialog

Kepala negara memastikan akan mendorong negara-negara lain untuk memperkuat kemitraan global untuk SDGs dengan fokus pada pendanaan pembangunan. Menurut Jokowi, kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari USD2,5 triliun per tahun sebelum pandemi menjadi USD4,2 triliun per tahun pasca pandemi harus segera ditutup. 

Lanjut Jokowi, pendanaan inovatif harus dimajukan, terutama peranan sektor swasta harus diperkuat. BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa) harus dapat menjadi katalis bagi penguatan investasi di negara-negara berkembang. 

"Upaya serupa juga dilakukan presidensi G20 Indonesia, mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi negara berkembang. Saya juga berharap Global Development Initiative (GDI) dapat menjadi katalis pencapaian SDGs,” ucapnya.

“Saya mendorong penyelarasan GDI dengan ASEAN Outlook on The Indo-Pacific di mana elemen pencapaian SDGs merupakan salah satu ruh dan prioritas kerja sama," jelasnya.
 
Baca: Kunjungan Jokowi ke Rusia-Ukraina Upaya RI Sebagai Juru Damai

Ketiga, Presiden Jokowi mendorong penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru. Menurutnya, kerja sama BRICS dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital yang inklusif, pengembangan industri hijau dan infrastruktur hijau, serta penguatan akses negara-negara berkembang pada rantai pasok global.

"Sebagai penutup, saya mengajak kita semua untuk bekerja sama. Recover together, recover stronger," ajaknya.

Perlu diketahui, tantangan yang dihadapi dunia saat ini dinilai sangat berat. Diantaranya tantangan terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga stabilitas keuangan yang makin sulit. Pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini juga turun 1% menjadi 2,6%, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs makin tertunda cukup signifikan.

(ALB)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id