comscore

5 Peristiwa Besar Ekonomi di 2021

Ade Hapsari Lestarini - 27 Desember 2021 12:55 WIB
5 Peristiwa Besar Ekonomi di 2021
Ilustrasi. Foto: AFP.
Jakarta: 2021 menjadi tahun pemulihan ekonomi bagi Indonesia dan juga secara global. Kendati pemulihannya masih naik turun, perekonomian Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya.

Menilik ke belakang, ada beberapa peristiwa besar ekonomi yang terjadi sepanjang 2021 ini. Kendati Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ekonomi Indonesia tahan banting, namun pemerintah tetap mewaspadai adanya gejolak eksternal.
Medcom.id pun merangkum lima peristiwa besar ekonomi di 2021:

Tapering Off

Pada 4 November 2021, Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mengumumkan mulai mengurangi pembelian asetnya atau memberlakukan tapering pada akhir November di tengah kekhawatiran tingkat inflasi yang terus meningkat. Meski demikian, The Fed tidak berencana untuk mempercepat kenaikan suku bunga utamanya.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mulai mengurangi pembelian aset bersihnya sebesar USD10 miliar untuk surat berharga AS dan USD5 miliar untuk sekuritas yang didukung hipotek agen.

Inflasi telah meningkat dan sebagian besar mencerminkan faktor-faktor yang diperkirakan bersifat sementara. Sedangkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait dengan pandemi dan pembukaan kembali ekonomi telah berkontribusi terhadap kenaikan harga yang cukup besar di beberapa sektor.

Menkeu Sri Mulyani menilai Indonesia memiliki ketahanan yang cukup baik dalam menghadapi rencana tapering off oleh bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). Indonesia memiliki ketahanan dibandingkan negara berkembang lain.

Hal ini berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh The Economist mengenai dampak pengetatan kebijakan moneter di AS terhadap negara-negara berkembang lainnya. Hasilnya, Indonesia berada di urutan 15 di antara negara berkembang lain yang paling rentan.

"Indonesia relatif memiliki kemampuan yang relatif lebih resilient, namun ini tidak berarti kita akan kehilangan kewaspadaan karena situasi akan sangat volatile," kata dia dalam video conference, Selasa, 21 Desember 2021.

Dibandingkan negara lain, Indonesia memang dalam kondisi aman dari dampak tapering off di AS. Pasalnya Argentina, Mesir, Pakistan, Sri Lanka, Brasil, serta negara berkembang G20 lainnya justru berada dalam kondisi yang rentan terhadap perkembangan di AS.
 
 
 

Presidensi G20

Indonesia terpilih menjadi pemegang Presidensi G20 pada tahun ini hingga 2022. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada opening ceremony Presidensi G20 Indonesia, di Jakarta, Rabu, 1 Desember 2021 lalu berharap Indonesia dapat menjadi motor penggerak bagi negara G20 melakukan aksi nyata.

Presidensi G20, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Selaras dengan tema tersebut pada Presidensi G20, Indonesia akan fokus mengerjakan tiga hal, yakni penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi menuju energi keberlanjutan.

Jokowi optimistis terpilihnya Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia. Sekaligus membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, adil, berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pandora Papers

Pandora Papers mengejutkan dunia. Kasus pajak terbesar dunia itu bocor dan menyeret sejumlah nama penting, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Yordania Abdullah II, hingga penyanyi terkenal Shakira.

Di Indonesia, ada dua nama besar yang juga ikut terseret, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Nama para pejabat tersebut muncul di Pandora Papers berdasarkan hasil penelusuran sekitar 600 jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Para jurnalis itu meneliti bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan. Hasilnya kemudian diunggah di situs resmi ICIJ pada Minggu, 3 Oktober 2021.

Terkait ini, Luhut dinilai terlibat dalam perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama, yang masuk dalam daftar Pandora Papers. Perusahaan itu diketahui memproduksi dan ekspor-impor minyak bumi.

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi kepada Media Indonesia saat dikonfirmasi, Senin, 4 Oktober 2021, menjelaskan Petrocapital SA didirikan pada 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil. Petrocapital, yang memiliki modal disetor senilai USD5 juta, salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

Perusahaan tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi. "Sehingga Bapak Luhut B. Pandjaitan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia," jelasnya.
 
 
 

Virus delta guncang pemulihan ekonomi

Munculnya virus covid-19 varian Delta pada pertengahan tahun ini membuat pemulihan ekonomi negara-negara di dunia menjadi tersendat. Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan kebangkitan ekonomi negara-negara berkembang Asia tahun ini dapat terhambat oleh penyebaran cepat varian delta. Proyeksi itu muncul ketika ADB mendesak ekonomi untuk beradaptasi dengan normal baru setelah covid-19 guna menopang pemulihan.

Namun demikian, varian Delta dinlai bukan menggagalkan pemulihan ekonomi tapi hanya menunda. Varian virus ini sempat mengancam negara-negara yang rentan, terutama di pasar negara berkembang. Negara yang rentan itu memiliki sistem perawatan kesehatan yang masih harus berjuang untuk mengatasi lonjakan kasus, tingkat vaksinasi tetap rendah, penguncian yang kembali diberlakukan, dan anggaran fiskal yang ketat membatasi pengeluaran sosial.

Pejabat Kepala Ekonom ADB Joseph Zveglich dalam sebuah pernyataannya sempat mengatakan negara-negara berkembang Asia tetap rentan terhadap pandemi covid-19, karena varian baru memicu wabah, yang mengarah pada pembatasan baru pada mobilitas di beberapa negara.

ADB mengatakan jalur pemulihan di kawasan itu tetap tidak merata mengingat berbagai tingkat kemajuan negara-negara dalam mengatasi pandemi. Tiongkok berada di jalur untuk tumbuh 8,1 persen tahun ini, dengan laju ekspansi diproyeksikan melambat menjadi 5,5 persen tahun depan.

Garuda Indonesia

Bangkrut! Itu yang dikatakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo terkait kondisi terkini PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tiko, begitu dia disapa, menjelaskan secara teknikal maskapai penerbangan pelat merah tersebut sebenarnya sudah bangkrut.

Dia mengatakan hal tersebut lantaran Garuda saat ini sudah tidak membayarkan seluruh kewajiban jangka panjangnya seperti global sukuk dan sebagian gaji karyawan yang ditahan.

"Kalau istilah perbankan sebenarnya sudah technically bankrupt, tapi legally belum. Ini yang sekarang kita sedang berusaha bagaimana keluar dari situasi yang technically bankrupt karena practically semua kewajiban Garuda tidak dibayar," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Selasa, 9 November 2021.

Saat ini ekuitas Garuda negatif USD3 miliar atau sekitar Rp42 triliun (kurs Rp14.300 per USD). Adapun asetnya senilai USD6,92 miliar (Rp98,670 triliun) dan liabilitas sebesar USD9,756 miliar (Rp139,5 triliun).

(AHL)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id