comscore

5 Peristiwa Besar Ekonomi di 2021

Ade Hapsari Lestarini - 27 Desember 2021 12:55 WIB
5 Peristiwa Besar Ekonomi di 2021
Ilustrasi. Foto: AFP.
 

Presidensi G20

Indonesia terpilih menjadi pemegang Presidensi G20 pada tahun ini hingga 2022. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada opening ceremony Presidensi G20 Indonesia, di Jakarta, Rabu, 1 Desember 2021 lalu berharap Indonesia dapat menjadi motor penggerak bagi negara G20 melakukan aksi nyata.

Presidensi G20, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Selaras dengan tema tersebut pada Presidensi G20, Indonesia akan fokus mengerjakan tiga hal, yakni penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi menuju energi keberlanjutan.
Jokowi optimistis terpilihnya Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia. Sekaligus membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, adil, berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pandora Papers

Pandora Papers mengejutkan dunia. Kasus pajak terbesar dunia itu bocor dan menyeret sejumlah nama penting, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Raja Yordania Abdullah II, hingga penyanyi terkenal Shakira.

Di Indonesia, ada dua nama besar yang juga ikut terseret, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Nama para pejabat tersebut muncul di Pandora Papers berdasarkan hasil penelusuran sekitar 600 jurnalis yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ). Para jurnalis itu meneliti bocoran 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan. Hasilnya kemudian diunggah di situs resmi ICIJ pada Minggu, 3 Oktober 2021.

Terkait ini, Luhut dinilai terlibat dalam perusahaan bernama Petrocapital SA, yang terdaftar di Republik Panama, yang masuk dalam daftar Pandora Papers. Perusahaan itu diketahui memproduksi dan ekspor-impor minyak bumi.

Juru Bicara Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi kepada Media Indonesia saat dikonfirmasi, Senin, 4 Oktober 2021, menjelaskan Petrocapital SA didirikan pada 2006 oleh Edgardo E.Dia dan Fernando A.Gil. Petrocapital, yang memiliki modal disetor senilai USD5 juta, salah satu bidang usahanya adalah minyak dan gas bumi.

Perusahaan tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi. "Sehingga Bapak Luhut B. Pandjaitan memutuskan untuk mengundurkan diri dari Petrocapital dan fokus pada bisnis beliau yang ada di Indonesia," jelasnya.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id