comscore

Kadin Dukung Kebijakan Pemerintah untuk Stabilisasi Harga Minyak Goreg Lewat BPDKS

Arif Wicaksono - 06 Januari 2022 09:59 WIB
Kadin Dukung Kebijakan Pemerintah untuk Stabilisasi Harga Minyak Goreg Lewat BPDKS
Minyak Goreng. Foto : MI.
Jakarta: Perintah Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perdagangan pada Selasa, 4 Januari 2022 untuk stabilkan harga minyak goreng di pasaran seiring dengan melonjaknya harga Kelapa Sawit atau CPO di pasar global. Hal ini ditindaklanjuti pemerintah melalui rapat Dewan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kemarin.

Komite Pengarah BPDPKS menyetujui untuk menyiapkan dana BPDPKS guna menstabilitasi harga minyak goreng dalam negeri. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah melalui BPDPKS untuk segera mencari solusi terbaik demi kepentingan nasional.
Salah satu program prioritas Kadin adalah peningkatan ketahanan pangan, komponen penting di dalamnya adalah ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan. Sesuai SK. Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.42.4040 tahun 2006, minyak goreng termasuk di dalam kategori pangan, maka keterjangkauan dan stabilitas harga komoditas ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dan negara kita.

"Kadin Indonesia mendukung arahan Presiden dan keluarnya kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri," tegas Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Januari 2022.

Kadin Indonesia melalui WKU Pertanian juga mendukung penguatan distribusi minyak goreng di wilayah Indonesia bagian Timur yang lebih membutuhkan.

Dia mengatakan pengusaha kelapa sawit yang tergabung di Kadin Indonesia juga menjadi Narasumber Utama (Prominent), selain GAPKI dan Apkasindo dalam Komite Pengarah BPDPKS yang terdiri dari Menko Perekonomian dan para Menteri terkait.

"Kami berterima kasih kepada pelaku usaha dan petani kelapa sawit yang telah menyalurkan dana sawit melalui Pungutan Ekspor (PE) untuk BPDPKS, sehingga sebagian dananya bisa dipakai untuk membantu operasi pasar dan selisih harga pada minyak goreng dapat digunakan untuk menutup selisih Harga Eceran Tertinggi (HET) plus PPN harga minyak goreng kemasan sederhana untuk periode tertentu. Kami berharap hal ini dapat membantu membuat harga minyak goreng  kembali terjangkau dan bisa distabilkan," tambah Arsjad.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id