Inflasi di DIY Alami Peningkatan

    Ahmad Mustaqim - 04 Juni 2020 12:00 WIB
    Inflasi di DIY Alami Peningkatan
    Yogyakarta. Foto : MI.
    Yogyakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat inflasi sebesar 0,22 persen pada Mei 2020. Laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan Mei 2020 tercatat 0,72 persen (ytd) atau secara tahunan yakni 2,09 persen (yoy).

    "Inflasi bulanan DIY merupakan yang tertinggi di Jawa. Walaupun demikian capaian inflasi tahunan DIY sedikit lebih rendah dibanding inflasi nasional, yaitu 2,19 persen (yoy), namun masih berada pada batas bawah sasaran yang ditetapkan, yakni 3,0 persen ±1 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan BI DIY, Hilman Tisnawan di Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2020.

    Menurut Hilman, tekanan inflasi DIY maupun nasional pada Mei 2020 disebabkan inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices). Hilman mengatakan inflasi inti (core inflation) relatif stabil, sementara kelompok harga pangan bergejolak (volatile food) masih mengalami deflasi.

    Inflasi administered prices mengalami peningkatan seiring aktivitas ekonomi yang mulai berjalan. Tarif angkutan udara pada Mei 2020 mengalami inflasi 15,6 persen (mtm), setelah dalam 4 bulan terakhir telah turun 19,9 persen (ytd). Pembukaan kembali aktivitas bandara pada Mei 2020 diiringi dengan pembatasan jumlah kursi penerbangan sebesar 50 persen.

    Menurut Hilman, hal ini menyebabkan maskapai mulai meningkatkan tarif angkutan udara untuk mengompensasi kerugian akibat penurunan jumlah kursi. Sementara itu inflasi inti cenderung stabil.

    "Sentimen inflasi kelompok inti berasal dari tarif sewa rumah, yang meningkat 0,35 persen (mtm). Peningkatan tersebut bersifat siklikal, yang umumnya terjadi pada pertengahan dan awal tahun. Sementara itu deflasi kelompok inti utamanya disumbang oleh komoditas gula pasir, yang turun 3,30 persen (mtm)," ujarnya.

    Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), ia melanjutkan, harga gula pasir mulai menurun walaupun tercatat masih tinggi di level Rp15.500 per kilogram di akhir Mei 2020. Realisasi impor gula pasir telah masuk ke Indonesia sejak April 2020, sehingga Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) mampu melakukan operasi pasar maupun memasuk stok untuk stabilitas harga. Ia memperkirakan, pada Juni 2020 telah memasuki musim giling tebu, sehingga harga gula pasir akan cenderung menurun pada beberapa bulan kedepan.

    Pasokan yang melimpah pada beberapa komoditas pangan utama menyebabkan deflasi kelompok volatile food. Hilman mengatakan pada komoditas bawang putih, kebijakan relaksasi impor sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019, tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura menyebabkan lonjakan realisasi impor bawang putih. Berdasarkan pencatatan PIHPS, harga bawang putih di DIY pada akhir Mei 2020 mencapai Rp26.250 per kilogram (kg) mengalami penurunan 19,2 persen (mtm) dibanding bulan sebelumnya.

    "Pada komoditas cabai, panen raya yang terjadi menyebabkan harga cabai rawit turun 18,2 persen (mtm) ke rata-rata harga bulanan Rp18.550 per kg. Cabai merah turun 17,1 persen (mtm) ke rata-rata harga bulanan Rp16.500 per kg. Deflasi cabai tersebut telah menekan harga di petani mendekati break event point (BEP), sehingga intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga harga tidak turun terlalu dalam," katanya.

    Ia menambahkan publuk perlu mewaspadai dampak covid-19 yang telah menyebabkan penurunan penyerapan komoditas pokok di DIY. Hilman mengatakan deflasi pangan telah terjadi 3 bulan berturut-turut. Bahkan, kata dia, deflasi pangan juga terjadi pada momentum lebaran 2020. Hal ini menyebabkan kerentanan bagi produsen dalam menjaga daya jualnya. Ia menyebut upaya pemerintah menggerakkan ekonomi perlu didukung, dengan tetap memastikan protokol kesehatan.

    "BI memperkirakan inflasi DIY 2020 akan berada batas bawah titik tengah sasaran. Untuk memastikan tercapainya sasaran tersebut, Bank Indonesia bersama TPID DIY berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan kecukupan stok pangan serta pelaksanaan distribusinya," ucapnya.  

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id