Upaya Krakatau Steel Tekan Dampak Covid-19

    Suci Sedya Utami - 02 Juni 2020 22:19 WIB
    Upaya Krakatau Steel Tekan Dampak Covid-19
    Pabrik Krakatau Steel - - Foto: Antara/ Asep Fathulrahman
    Jakarta: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencetak kinerja positif dengan raihan laba di kuartal I-2020. Namun pandemi yang menghantam perekonomian nasional membuat permintaan industri baja mengalami penurunan hingga 50 persen.

    Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri. Hal ini berdampak pada tergerusnya modal kerja dari pelaku industri termasuk Krakatau Steel karena harus menanggung modal selama tiga bulan terakhir agar tetap beroperasi.

    Di sisi lain, keterbatasan modal kerja menyebabkan sulitnya pelaku industri untuk membeli bahan baku. Jika kondisi ini terus berlarut, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen.

    Industri hilir yang terdampak di antaranya industri konstruksi, baja lapis (BjLS), baja lapis alumunium seng (BjLAS) dan baja lapis timah. Sedangkan industri pengguna baja seperti minyak dan gas, otomotif,  elektronik, pertanian, fabrikator, industri makanan minuman dan perkakas.

    "Keadaan ini sangat berisiko bagi perekonomian nasional karena untuk menghidupkan kembali sektor industri memerlukan waktu dan biaya yang besar dan effort yang tidak sedikit," kata Silmy dalam keterangan resmi, Selasa, 2 Juni 2020.

    Silmy bilang industri baja merupakan induk dari industri yang memiliki multiplier effect yang sangat besar khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

    Ia bilang Krakatau Steel sebagai BUMN dengan dukungan pendanaan Pemerintah berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja agar tetap beroperasi.

    Dengan inisiatif tersebut diharapkan rantai pasok industri hulu, antara, sampai hilir dapat segera normal kembali, yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.


    “Mekanisme pemberian dana talangan masih dibicarakan di tingkat Pemerintah, kami berharap mendapatkan mekanisme yang terbaik untuk dapat segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutup Silmy.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id