4 Strategi AP II Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan

    Husen Miftahudin - 05 Juli 2020 11:43 WIB
    4 Strategi AP II Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
    Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II bersama stakeholder penerbangan nasional menyiapkan strategi pemulihan (recovery) lalu lintas penerbangan guna mendukung aktivitas perekonomian.

    Strategi recovery terdiri dari empat langkah, yaitu optimalisasi slot time di bandara, pengaktifan kembali rute-rute domestik, peningkatan frekuensi di setiap rute, dan normalisasi jam operasional bandara.

    "Mulai Juli 2020, kami menekankan dimulainya recovery lalu lintas penerbangan guna mendukung aktivitas perekonomian di Indonesia. Fokus pemulihan pada tahap awal adalah rute domestik untuk memperkuat konektivitas kota-kota di Indonesia. Tentunya sektor penerbangan nasional tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keamanan," kata President Director AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 5 Juli 2020.

    Berikut empat langkah strategi pemulihan lalu lintas penerbangan nasional:

    1. Optimalisasi slot hingga 30 persen

    Di tahap awal recovery pada bulan ini, AP II menargetkan slot time di 19 bandara dapat digunakan 30 persen. Misalnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam satu hari terdapat 1.100 slot time penerbangan, maka ditargetkan dalam satu hari dapat digunakan sebanyak 330 slot time.

    "Slot time ditargetkan meningkat bertahap. Pada Juli ini, kami targetkan rata-rata 30 persen dari sebelumnya di tengah pandemi ini berkisar 10 persen sampai 20 persen. Kemudian pada tahap berikutnya target akan ditingkatkan," urai Awaluddin.

    2. Pengaktifan kembali rute penerbangan

    Optimalisasi slot time dapat dilakukan melalui pengaktifan kembali rute-rute yang masih ditutup, dan AP II bersama maskapai tengah berkoordinasi intensif terkait hal ini. Pengaktifan kembali rute-rute yang diikuti dengan meningkatnya permintaan akan dapat meningkatkan utilisasi pesawat.

    Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon B. Prawiraatmadja mengatakan optimalisasi utilitas pesawat penting dilakukan maskapai, dan diharapkan hal tersebut dapat dilakukan ketika sektor penerbangan sudah memasuki fase recovery.

    Ia menyebutkan stakeholder di sektor penerbangan nasional antara lain regulator, maskapai, KKP Kemenkes, dan operator bandara harus memperkuat koordinasi dan kerja sama agar penerbangan nasional dapat melakukan recovery. Sektor penerbangan memiliki peran sangat penting dalam mendukung aktivitas perekonomian di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

    "INACA mematuhi setiap prosedur di tengah pandemi covid-19, dan sangat mengapresiasi berbagai upaya atau pemanfaatan teknologi yang bisa digunakan agar prosedur dapat dijalankan dengan sederhana," ujar Denon.

    3. Peningkatan frekuensi penerbangan

    AP II juga berupaya agar frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah aktif dapat ditingkatkan sehingga memberikan banyak alternatif jadwal penerbangan bagi masyarakat.

    Direktur Utama PT Citilink Indonesia Juliandra mengatakan recovery Citilink dimulai sejak Juni 2020 dengan rata-rata 68-100 flights per hari, yang kemudian pada Juli naik menjadi rata-rata 168 flights per hari, dan target pada kuartal IV sebanyak 200 flights persen hari atau setara 68 persen dari kondisi normal.

    "Kami mengoptimalkan utilisasi pesawat dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan melalui proses disinfeksi dan penggunaan filter penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor), selain juga menerapkan protokol kesehatan yang dipersyaratkan diantaranya menerapkan physical distancing dengan menjaga kapasitas maksimum 70 persen yang menjadi komitmen Citilink dalam menjaga kesehatan dan keamanan penumpang." jelas Juliandra.

    4. Normalisasi jam operasional bandara

    Bandara AP II akan mengembalikan jam operasional seperti ketika beroperasi di masa normal, sebelum pandemi covid-19. Hal ini guna meningkatkan kesiapan bandara menyusul naiknya lalu lintas penerbangan sejalan optimalisasi slot time, pengaktifan kembali rute penerbangan, dan peningkatan frekuensi di setiap rute.

    Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan pihaknya akan memberikan pelayanan navigasi penerbangan mengikuti normalisasi jam operasional bandara dengan mengutamakan aspek keselamatan.

    "Kami juga melakukan pengawasan flight plan sesuai izin rute melalui FPL Centre dan menerapkan fleksibilitas early/delay slot melalui aplikasi CHRONOS, untuk menyesuaikan dengan proses boarding penumpang di terminal. Kami menyambut baik optimalisasi slot dalam rangka recovery ini. Kolaborasi juga dilakukan dengan seluruh stakeholder," ucap Pramintohadi.

    Sementara itu, Direktur Utama Gapura Angkasa I Dewa Gede Mahayana menambahkan bahwa pihak ground handling siap mendukung recovery sektor penerbangan nasional.

    "Gapura Angkasa menyesuaikan pelayanan dengan lalu lintas penerbangan pada masa recovery," pungkasnya.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id