BUMN Gotong Royong Fasilitasi Kawasan Industri Batang

    Ade Hapsari Lestarini - 30 Juni 2020 19:26 WIB
    BUMN Gotong Royong Fasilitasi Kawasan Industri Batang
    Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah), dan Presiden Joko Widodo (kanan) saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Batang, di Jawa Tengah. Foto: dok Kementerian BUMN.
    Batang, Jawa Tengah: Sejumlah perusahaan BUMN gotong royong dalam mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan percepatan pengembangan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    "Kementerian BUMN akan segera mengintegrasikan semua BUMN terkait dan bekerja sama dengan BUMD dan swasta," kata Erick, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 30 Juni 2020.

    Erick menjelaskan pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM).

    "Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan, sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN. Serta akan memudahkan serta meyakinkan kerja sama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," beber Erick.

    Selain itu BUMN lain yang memfasilitasi Kawasan Industri Batang adalah Perkebunan Nusantara dan PPTN 9. Keduanya akan menyediakan lahan dan memproses konversi Hak Guna Usaha (HGU) ke Hak Pengelola Lahan (HPL).

    "Kemudian PT PP (Persero) bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma/KIW (Persero) akan merencanakan master development. Serta Pelindo III akan mengelola pelabuhan dan Pertamina akan menyediakan jaringan gas dan bahan bakar," jelasnya.

    Erick menuturkan jika dikaitkan dengan persaingan ekonomi global yang semakin ketat di era post covid-19, upaya Indonesia menambah kawasan industri khusus di Jawa Tengah, seperti halnya KIT Batang menjadi keharusan untuk meningkatkan daya saing.

    Dia menambahkan, fokus Pemerintah untuk lebih dulu mengembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang juga didorong untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah. Sekaligus mendorong agar kawasan industri ini mampu bersaing dan menjadi pengimbang dengan kawasan industri di Jakarta dan Pasuruan, Jawa Timur.

    Selain itu, dengan keberadaan Kawasan Industri Batang, diharapkan Jawa Tengah akan mampu memperbesar Upah Minimum Regional (UMR) yang masih tergolong rendah dan meningkatkan pemerataan kualitas sumber daya manusia.

    "Tahap pertama pengembangan KIT Batang di lahan seluas 450 hektare (ha) diperkirakan akan menampung 30 ribu tenaga kerja lokal," kata dia.

    Dia menambahkan saat ini dukungan infrastruktur untuk Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah sudah komplit karena terletak di sisi utara Tol Trans Jawa yang sudah disiapkan PT Jasa Marga Tbk (Persero).

    "Serta akan disiapkan oleh PT KAI untuk menjadi dry port, sedangkan PLN menyiapkan jaringan listrik, saat ini PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 megawatt (MW) dan PLTS 50 MW.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id