Waralaba Asing Masih Bisa Tumbuh 5%

    Ilham wibowo - 22 Juni 2020 17:26 WIB
    Waralaba Asing Masih Bisa Tumbuh 5%
    Industri waralaba asing disebut masih bisa bertumbuh di dalam negeri.
    Jakarta: Industri waralaba atau franchise disebut masih bisa bertumbuh di dalam negeri. Keuntungan bisnis bisa diraih bagi mereka yang melakukan penyesuaian dengan kondisi pandemi covid-19.

    "Kalau yang asing masih akan nambah kira-kira lima persen (hingga akhir 2020), kalau yang lokal tumbuh stagnan," kata Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar kepada Medcom.id, Senin, 22 Juni 2020.

    Anang menilai bahwa waralaba restoran makanan cepat saji seperti Lotteria yang memutuskan menutup gerai permanen lebih kepada upaya menerapkan strategi bisnis baru. Meski berat, beralih menggarap peluang bisnis yang lebih besar dan lebih menguntungkan merupakan pilihan yang rasional.

    "Saya kira kita bisa mengerti kalau Lotteria mungkin punya ide baru, kemungkinan besar mereka akan mengalihkan bisnis produk baru karena sebagai Group dan perusahaan Korea Selatan cukup inovatif orangnya. Mereka tidak bisa bertahan dengan cara lama dan mau tidak mau harus diperbaharui," paparnya.

    Menurut Anang, eksistensi ekspansi Lotteria di Indonesia mestinya bisa dipertahankan lantaran memiliki induk perusahaan multinasional dengan modal yang cukup besar. Perusahaan sejenis seperti McD dan KFC, kata Anang, hingga saat ini masih berupaya keras menggaet hati pelanggan dengan menggulirkan menu baru dan pengalaman berbelanja yang berbeda.

    "Bukan daya saing tapi lebih ke inovatif bisa kembangkan usaha dengan pembaruan yang baru melihat kondisi saat ini, consumer behavior atau perilaku konsumen sudah mulai berubah," ungkapnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sudradjat menuturkan dari keseluruhan industri waralaba, jenis yang paling terdampak yakni restoran yang gerainya berada di pusat perbelanjaan. Mereka terdampak dari sisi pasokan bahan baku hingga pengunjung.

    "Restoran khususnya yang di mal sampai akhir tahun kelihatannya akan berat karena kesan dan perasan masyarakat untuk kembali ke mal ini masih khawatir, tentu informasi mengenai penyebaran covid-19 ini luar biasa," ujarnya.

    Sebelumnya, perusahaan yang menyediakan makanan cepat saji, Lotteria, resmi mengumumkan penutupan gerai secara permanen di Indonesia mulai 29 Juni 2020. Lotteria merupakan bisnis inti dari Lotte Group, perusahaan yang berasal dari Korea Selatan dan berekspansi di Indonesia.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id