Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Belum Populer untuk UMKM

    Ilham wibowo - 24 Juni 2020 08:45 WIB
    Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Belum Populer untuk UMKM
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting untuk menjaga inovasi dan kreativitas UMKM. Adanya perlindungan membuat daya saing produk meningkat dalam menghadapi kekuatan bisnis lain.

    "Ini penting untuk daya saing UMKM, kekuatan UMKM bukan hanya pada kekuatan modalnya tapi juga pada inovasi dan kreativitasnya. Kalau ini dilindungi akan jadi kekuatan daya saing UMKM dalam menghadapi kekuatan pebisnis lain,” kata Teten, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Juni 2020.

    Namun sayangnya, kata Teten, pelaku UMKM belum memiliki kesadaran untuk melindungi hasil inovasi kreativitasnya sebagai aset kekayaan intelektual. Padahal, mayoritas pelaku bisnis di Indonesia masih dikuasai oleh pelaku UMKM yang terus bermunculan.

    “Masih sedikit yang mengajukan permintaan untuk dapatkan HKI baik hak cipta, hak merek, indikasi geografis, rahasia dagang, dan desain," ungkapnya.

    Teten mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Hukum dan HAM akan terus melakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan, tentang pentingnya melindungi hak intelektual. Selain itu, kerja sama dengan lembaga konsultan hukum juga diperkuat dalam menyadarkan semua pihak tentang pentingnya melindungi kekayaan intelektual yang dimiliki UMKM.

    “Kami juga mempermudah prosedur akses pendaftaran HKI. Masalah tarif bisa dibicarakan, agar harganya terjangkau bagi UMKM,” ucap Teten.

    Selain perlindungan hak intelektual koperasi dan UKM, Teten juga fokus untuk pengembangan kapasitas usaha dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Kemudian kemudahan akses pembiayaan, dan terhubung dengan ekosistem usaha, agar menjadi kekuatan ekonomi di Indonesia.

    “Sekarang dilakukan konsolidasi kementerian agar lebih terarah, karena yang mengurusi UKM ada 18 kementerian dan 49 lembaga,” ujarnya.

    Teten menjabarkan, sejak 2015 pihaknya telah memfasilitasi 10.484 UMKM untuk mendapatkan HKI, baik hak cipta, hak merek, indikasi geografis, hak sita, dan desain industri. Selain itu, diberikan pula pendampingan teknis melalui klinik konsultasi, pendampingan pemberkasan formulir pendaftaran, hingga surat sanggahan, dan mendorong UMKM menyusun strategi bisnis.

    “Yang harus dioptimalkan adalah kerja sama pendampingan UMKM untuk mendapatkan hak cipta,” tegasnya.

    Sementara itu, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM, Freddy Harris mengatakan bahwa Pemerintah harus memberikan perhatian khusus bagi UMKM. Dalam setiap krisis UMKM masih menjadi pondasi ekonomi Indonesia.

    Freddy memastikan bakal memberi kemudahan bagi UMKM yang ingin meningkatkan daya saing dengan perlindungan HKI. Proses pendaftaran, permohonan dan keluhan bisa dilakukan secara online.

    “Kekayaan intelektual pasti ada pengaruhnya terhadap unsur ekonomi,” pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id