Penjualan Retail Pertamina Capai 87,89 Juta KL di 2019

    Suci Sedya Utami - 20 Juni 2020 18:52 WIB
    Penjualan Retail Pertamina Capai 87,89 Juta KL di 2019
    Foto: dok MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: Penjualan produk retail Pertamina mencapai 87,89 juta kiloliter (KL) sepanjang 2019. Penjualan tersebut didukung oleh perluasan jangkauan penyaluran layanan bahan bakar minyak (BBM) hingga ke pelosok negeri.

    Selain penambahan lembaga penyalur baik berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun SPBN untuk nelayan, tahun lalu perseroan telah menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta menyalurkan BBM di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di seluruh Indonesia melalui pembangunan 161 titik BBM satu harga.

    Harga yang telah dioperasikan Pertamina tersebar mulai dari wilayah 3T di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali.

    Pertamina membangun penambahan 21 lokasi storage terminal BBM, delapan lokasi storage LPG, tujuh lokasi storage avtur dan dua kapal general purpose untuk memastikan keandalan supply dan distribusi BBM di seluruh Indonesia.

    Untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, Pertamina juga mencatat capaian positif dalam program digitalisasi SPBU. Sampai akhir 2019, sebanyak 2.601 SPBU di Indonesia telah menerapakan digitalisasi dan ditargetkan seluruhnya atau 5.518 SPBU rampung pada 2020.

    "Capaian yang cukup menggembirakan terkait layanan digital juga terlihat dengan adanya 1,4 juta pengunduh baru MyPertamina sebagai digital channel Pertamina," ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangan resmi, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Perluasan jaringan tersebut membuat volume penjualan BBM Pertamina meningkat dari 49,62 juta KL menjadi 51,31 juta KL. Selain itu tercatat sepanjang 2019, penjualan LPG ekuivalen 13,75 juta KL, Petrokimia 3,15 juta KL, BBM untuk aviasi atau penerbangan 5,82 juta KL dan BBM untuk Industri 13,96 juta KL.

    "Dari penjualan seluruh produk Pertamina seperti BBM ritel, industri, dan aviasi serta LPG dan Petrokimia, secara total konsolidasi mencapai ekuivalen 87,98 juta KL di 2019," kata Fajriyah.

    Selain itu Pertamina juga menjaga ketahanan stok selama 2019 yakni stok premium tercatat rata-rata 20 hari, solar 22 hari, avtur 32 hari, bahan bakar khusus (BBK) 10 hari, dan LPG 16 hari.

    Fajriyah bilang berbagai capaian tersebut, Pertamina mencatatkan laba bersih di 2019 sebesar USD2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun. Pertamina juga menyetorkan dividen tunai sebesar Rp8,5 triliun.

    "Total kontribusi Pertamina ke negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun yang terdiri dari dividen, pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan hulu migas dan geotermal serta signature bonus," pungkas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id