Negara G20 Sepakat Jaga Arus Perdagangan Produk Vital

    Ilham wibowo - 31 Maret 2020 10:21 WIB
    Negara G20 Sepakat Jaga Arus Perdagangan Produk Vital
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto : MI/Susanto.
    Jakarta: Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan di negara anggota G20 menyepakati pentingnya memberikan sinyal kepercayaan yang kuat terhadap perekonomian global di tengah pandemi covid-19. Arus barang dan jasa, terutama pasokan obat-obatan yang sangat penting bakal dijaga kelancarannya.

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan Indonesia siap berkontribusi melalui kolaborasi global dalam menghadapi tantangan besar yang ditimbulkan oleh merebaknya virus korona (covid-19). Hal ini ia sampaikan saat berpartisipasi pada Pertemuan Luar Biasa Tingkat Menteri Perdagangan Negara-negara G20 mengenai pandemi global covid-19, yang dilakukan secara virtual, Senin malam, 30 Maret 2020.

    Agus menjelaskan kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari mandat yang ditugaskan oleh para pemimpin G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) G20. Presiden Joko Widodo juga sebelumnya telah mengikuti KTT LB G20 terkait covid-19 yang diselenggarakan secara virtual pada 26 Maret 2020.

    "Kesepakatan ini merupakan respons cepat dari G20 terhadap pandemi global covid-19 dengan menjamin kelancaran arus barang dan jasa melalui upaya bersama dalam memitigasi dampak covid-19 terhadap kegiatan perdagangan internasional," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 31 Maret 2020.

    Para pemimpin G20 pada pertemuan terakhir telah memberikan mandat kepada para Menteri Perdagangan untuk memastikan suplai peralatan medis dan produk pertanian pokok, menjaga rantai pasok global, dan menghindari disrupsi perdagangan. Para Menteri Perdagangan juga diminta untuk segera mengkaji dampak pandemi covid-19 di bidang perdagangan; menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang bebas, adil, tidak diskriminatif, dapat diprediksi dan stabil; serta untuk terus membuka pasar.

    Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi dampak pandemi melalui paket stimulus kebijakan fiskal maupun nonfiskal. Di sektor perdagangan, relaksasi kebijakan dilakukan untuk menyederhanakan dan mempercepat aktivitas ekspor impor, menghapus hambatan perdagangan yang tidak diperlukan, dan meningkatkan efisiensi logistik nasional.

    "Hal utama adalah untuk memastikan kelancaran arus barang dan jasa lintas batas, terutama untuk pasokan medis yang vital dan produk pertanian yang penting. Kemendag di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian berkomitmen meluncurkan paket stimulus berikutnya untuk mengatasi dampak pandemi covid-19," papar Agus.

    Dalam pembahasan ini, Menteri Perdagangan menyampaikan pentingnya kerja sama global untuk menangani dampak ekonomi covid-19, mengingat terdapatnya keterkaitan (interconnectedness) dan pada saat yang sama kerentanan (vulnerabilities) ekonomi global saat ini. Kepemimpinan G20 dalam mengembalikan kepercayaan terhadap perekonomian global dan melanjutkan perdagangan internasional menjadi hal yang sangat diperlukan saat ini.

    "Harus diakui wabah korona jadi tantangan global yang semakin sulit untuk ditangani secara individual, kita tidak memiliki pilihan kecuali berkolaborasi secara global," tegas Mendag.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id