comscore

Komoditas Energi Jadi Primadona Sepanjang 2021

Angga Bratadharma - 30 Desember 2021 13:03 WIB
Komoditas Energi Jadi Primadona Sepanjang 2021
Ilustrasi. FOTO: AFP
Jakarta: Bursa Komoditi ICDX mencatat transaksi minyak mentah sepanjang tahun ini mencapai angka yang cukup fantastis dengan pertumbuhan 173 persen dibandingkan dengan transaksi yang terjadi sepanjang 2020 lalu. Komoditi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) masih diminati hingga akhir 2021.

Dari sisi harga, harga minyak dunia berdasarkan benchmark West Texas Intermediate (WTI) sempat menguat 79 persen sejak awal tahun dan menyentuh USD85,41 per barel pada akhir Oktober lalu. Pembentukan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Research & Development ICDX, Nikolas Prasetia mengatakan pada 202, titik balik perang melawan covid-19 mulai membuahkan hasil, dengan sebagian besar penduduk dunia telah melakukan vaksinasi yang memberikan kekebalan terhadap penyebaran covid-19.

Dengan kondisi tersebut, tambahnya, maka sejumlah negara di dunia pun mulai kembali memutar roda perekonomiannya yang berdampak pada kembali meningkatnya permintaan terhadap minyak mentah dan beberapa sumber energi fosil lainnya sebagai bahan dasar listrik yang digunakan untuk kegiatan industri.

"Sehingga dapat kembali beroperasi,” jelas Nikolas, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Desember 2021.

Jumlah permintaan yang melonjak tersebut tidak hanya disebabkan oleh perbaikan perputaran roda ekonomi, terdapat faktor lain yaitu krisis energi. Seperti yang terjadi di Eropa, kekurangan cadangan gas alam pada saat musim dingin 2020 menjadi penyebab negara-negara Eropa melakukan pembelian energi fosil dalam bentuk lainnya, seperti minyak mentah.

"Yang menjadi pengganti gas alam sebagai energi penghangat pada musim dingin lalu," tuturnya.

Selain Eropa, Tiongkok yang bergantung besar pada batu bara, pada awal tahun ini berkomitmen untuk melakukan penurunan emisi dari penggunaan batu bara yang diimplementasikan melalui penurunan produksi batu bara. Efek penurunan penggunaan batu bara tersebut berdampak negatif pada sejumlah wilayah di Tiongkok.

Tingginya permintaan tersebut berhasil membuat harga minyak mentah dunia termasuk benchmark WTI dan Brent meningkat jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan di awal 2020. Sementara itu, sejak awal kuartal keempat 2021, tren perdagangan harga minyak terjadi koreksi akibat kekhawatiran pasar atas varian baru covid-19.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id