comscore

Sinergi Kementan-Kemenperin Pacu Inovasi Industri Kreatif Pangan Berbasis Digital

Despian Nurhidayat - 07 April 2022 14:30 WIB
Sinergi Kementan-Kemenperin Pacu Inovasi Industri Kreatif Pangan Berbasis Digital
Ilustrasi (Medcom.id)
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan hilirisasi pertanian guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern sehingga sektor pertanian semakin kuat sebagai penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan dan nasional, terutama di tengah tantangan global. Berangkat dari ini, Kementan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendorong inovasi industri kreatif pangan berbasis digital.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menjelaskan inovasi industri kreatif pangan berbasis digital merupakan salah satu bentuk implementasi arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yakni menjadikan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern sehingga hilirisasi pangan semakin berkembang yang dampaknya meningkatkan nilai tambah produk, ekspor dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, hilirisasi produk pangan petani tidak hanya mengenalkan bagaimana hasil produk pangan petani diolah, tetapi juga produk hasil petani oleh UMKM dipasarkan bukan hanya secara offline, tetapi juga secara online atau digital.

"Seluruh pangan lokal seperti jagung, ubi jalar dan lain-lain semuanya mempunyai manfaat yang luar biasa. Dengan kreativitas, semua bagian dapat diolah menjadi produk pertama, sampingan, dan sisanya pun bisa dijadikan kompos. Dengan kemajuan teknologi digital, pemasaran pangan pun menjadi lebih efektif, cepat menembus konsumen pada semua elemen bahkan ekspor menjadi lebih mudah," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis 7 April 2022.

Suwandi mengungkapkan, kunci keberhasilan komoditas pangan lokal diminati industri yakni melakukan market driven, yakni bagaimana merekayasa sedemikian rupa pangan lokal menjadi lifestyle yang diminati konsumen terutama kaum milenial. Apabila dari sisi market driven didorong, maka petani akan senang karena produknya dibeli dan dipasarkan dengan baik.

"Ekspor singkong dan produk turunannya naik sampai 300 persen. Ubi kayu dan ubi jalar pun naik. Kami sudah bekerja sama dengan hotel agar produk pangan lokal ini bisa masuk ke hotel-hotel dan diperkenalkan secara luas," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan dari IKMA Kemenperin Indra Akbar Dilana menuturkan bahwa Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan salah satu sektor pada usaha kecil dan menengah yang menekankan proses industri dalam aktivitasnya. Adapun program peningkatan daya saing IKM antara lain melalui akses pembiayaan, mendorong IKM untuk mengakses KUR dan mendorong ekspor.

Berikutnya, lanjut Indra, adalah bahan baku yang berupa material center dan kerjasama logistik. Kemudian fasilitas teknologi dan sarana prasarana produksi serta peningkatan kualitas produk, keahlian SDM dan peningkatan akses pasar.

"Kami juga mempunyai fasilitas promosi IKM makanan, yaitu dengan cara Identifikasi dan analisis tren pasar di lokasi pameran dalam dan luar negeri, kriteria penentuan event atau pameran, publikasi pelaksanaan pameran terpilih, dan pelaksanaan bimbingan ekspor," ujar Indra.

Perwakilan BBSPJIA Kemenperin Tita Aviana menambahkan, tren makanan saat ini berasal dari plant based produk sebagai alternatif daging, produk yang mendukung gaya hidup sehat, produk yang menenangkan, relaksasi, mengurangi stress, pengembangan rasa, dan makanan tradisional kekinian.

"Pangan Fungsional adalah pangan (segar/olahan) yang mengandung komponen yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi fisiologis tertentu, dan/atau mengurangi risiko sakit yang dibuktikan berdasarkan kajian ilmiah, harus menunjukkan manfaatnya dengan jumlah yang biasa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari," ujar Tita.

Associate Special Project Shopee Food Reynaldi Richard Stok mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementan dan Kemenperin dalam melakukan inovasi untuk kemajuan pangan berbasis digital ini. Karena itu, pihaknya pun menawarkan kerjasama dengan seluruh UMKM untuk memasarkan produknya melalui Shopee Food dengan struktur komisi 20 persen komisi yaitu komisi dipotong dari harga jual merchant harga yang disubmit ke Shopee Food. Kemudian terdapat promosi customer yaitu 100 persen promosi customer dibayar oleh Shopee Food eksklusif untuk semua pesanan mitra merchant.

"Laporan transaksi harian pedagang nantinya pada Master Merchant akan mendapatkan laporan pelunasan harian dengan format file CSV yang dapat diunduh. Laporan penyelesaian harian merekap semua transaksi outlet yang terjadi pada pukul 00:00-23:59 pada hari sebelumnya. Pencairan dana ShopeePay dilakukan secara otomatis. Semua dana transaksi yang telah diotorisasi antara 00:00:00 dan 23:59:59 akan ditransfer ke Akun Merchant yang terdaftar selambat-lambatnya pada hari kerja," pungkas Reynaldi.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id