Tiongkok Tangguhkan Produk Perikanan RI Selama Seminggu

    Ilham wibowo - 21 September 2020 14:15 WIB
    Tiongkok Tangguhkan Produk Perikanan RI Selama Seminggu
    Ilustrasi. Foto: MI/Oky Lukmansyah
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah meminta klasifikasi Pemerintah Tiongkok ihwal temuan produk perikanan asal Indonesia yang kedapatan terpapar patogen covid-19. Pengiriman barang dari satu perusahaan yang produknya telah diuji diminta dihentikan sementara.

    Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati memaparkan bahwa Atase Perdagangan di Beijing dan Kedutaan Besar RI di Tiongkok telah melakukan pertemuan secara virtual dengan otoritas Negeri Tirai Bambu. Pihak Tiongkok menyampaikan penerapan antisipasi penularan wabah dilakukan dengan screening terhadap semua barang yang masuk ke negaranya.

    "Sementara waktu Pemerintah Tiongkok akan menangguhkan impor produk perikanan tersebut selama satu minggu sejak 18 September 2020," kata Pradnyawati kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2020.

    Adapun pasokan produk laut ke Tiongkok yang terpaksa ditunda karena terindikasi membawa patogen covid-19 hanya dari satu perusahaan yakni PT Putri Indah. Saat ini, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan investigasi ihwal mengapa bisa tercemarnya produk perikanan ekspor tersebut.

    "Otoritas Tiongkok mengharapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab masalah serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan produk perikanan yang diekspor ke Tiongkok sejalan dengan protokol pencegahan penyebaran covid 19 yang telah disepakati kedua negara," paparnya.

    Menurut Pradnyawati, penundaan sementara penerimaan produk dari PT Putri Indah tidak akan menghentikan seluruh kegiatan ekspor yang selama ini telah dilakukan. Pemerintah Tiongkok hanya ingin memastikan produk yang diterimanya dalam kondisi sehat dan menyehatkan dikonsumsi.

    "Setelah masa satu minggu berlalu perusahaan tersebut secara otomatis dapat kembali melakukan deklarasi impor," ungkap Pradnyawati.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id