comscore

Subholding Gas Mulai Bangun Pipa Minyak Blok Rokan

Suci Sedya Utami - 19 Juni 2020 13:29 WIB
Subholding Gas Mulai Bangun Pipa Minyak Blok Rokan
Ilustrasi pipa gas PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) akan mulai membangun pipa minyak mentah Blo Rokan sepanjang ± 367 kilometer (km) dengan diameter 4-24 inchi.

Proyek tersebut berada koridor Minas-Duri-Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan. Pembangunan pipa tersebut bakan dilakukan melalui anak usaha PGN yakni PT Pertamina Gas (Pertagas).
Direktur Infrastrukstur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto mengatakan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antaranak perusahaan Pertamina Group. Pada proyek ini, Pertagas akan menjadi operator dalam melaksanakan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan.

Dari sisi kinerja operasional, proyek ini diproyeksikan akan memberikan dampak pada peningkatan pendapatan Perusahaan dari pengembangan bisnis transportasi minyak mentah khususnya untuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) seperti PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), BOB Bumi Siak Posako & KKKS lainnya.

"Dalam masa penuh tantangan ini, dengan alokasi biaya sekitar USD300 juta, PGN berhasil menekan biaya capex dengan efisiensi sekitar 30 persen. Proyek ini juga sudah direncanakan sebagai salah satu proyek utama PGN sehubungan dengan target capex 2020. Penetapan FID proyek Pipa Rokan diharapkan turut mengoptimalkan upaya efisiensi tersebut," kata Redy dalam keterangan resminya, Jumat, 19 Juni 2020.

Jalur pipa terdiri dari 12 segmen dan tiga stasiun yaitu Stasiun Duri, Dumai, dan Manifold Batang. Di setiap segmen pipeline, terdapat Pig Launcher dan receiver termasuk aksesorisnya. Sectional Break Balve (SBV) di 24 lokasi, dan Horizontal Direct Drilling (HDD) di 12 lokasi, beserta Leak Detection System untuk semua ruas dan Oil Transport & Management System.

Selain itu proyek pipa Rokan merupakan upaya mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan lifting dari Blok Rokan yang merupakan backbone atau sepertiga produksi minyak bumi nasional karena merupakan salah satu blok minyak terbesar di Indonesia. Proyek ini mendukung program pemerintah dengan meningkatkan efisiensi pembiayaan pelaksanaan proyek strategis nasional.

"Pembangunan pipa ini merupakan proyek strategis nasional untuk mendukung ketahanan energi nasional. Ketahanam produksi minyak di Blok Rokan, diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan performa lifting minyak nasional sebagai energi primer dalam upaya memajukan perekonomian nasional," jelas Redy.

Lebih lanjut Redy menambahkn minyak yang dihasilkan dari ladang Rokan akan dibawa ke kilang minyak Pertamina di Dumai dengan estimasi minyak yang akan diangkut sekitar 250 ribu barel per hari (bph). Proyek ini dijadwalkan mulai persiapan kontruksi pada Juli 2020 dan ditargetkan selesai pada akhir 2021.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id