Pemerintah Perlu Dukung Industri Manufaktur Tetap Beroperasi

    Ilham wibowo - 24 Maret 2020 14:53 WIB
    Pemerintah Perlu Dukung Industri Manufaktur Tetap Beroperasi
    Ilustrasi. Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Perusahaan yang bergerak di industri manufaktur hingga saat ini masih belum bisa menerapkan 100 persen karyawannya untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sebab, unit produksi mesti tetap berjalan di tengah penanganan virus korona baru atau covid-19.

    "Walaupun kami menyadari bahwa prioritas yang utama saat ini pada kesehatan dan keselamatan masyarakat namun pemerintah juga perlu mendukung industri manufaktur dengan protocol guidelines health and safety agar tetap bisa beroperasi senormal mungkin," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani kepada Medcom.id, Selasa, 24 Maret 2020.

    Industri manufaktur perlu tetap dijaga agar tenaga kerja yang saat ini bertumpu bisa tetap bertahan. Beberapa kebijakan bisa dilakukan dilakukan yang sifatnya mendukung untuk melakukan kegiatan perdagangan di dalam dan luar negeri.

    "Ini bisa berarti banyak hal, misalnya perusahaan tidak dipaksa tutup atau menghentikan operasi, diberikan bantuan dan kelonggaran untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan bahan penolong produksi, dukungan dari sisi finansial untuk survive selama wabah melalui percepatan distribusi atau penyampaian stimulus-stimulus ekonomi yang sudah diumumkan," paparnya.

    Dalam situasi saat ini, seluruh industri manufaktur mengalami hambatan arus kas atau cash flow lantaran terganggunya sisi pasokan bahan baku dan sisi serapan produksi. Terlebih, dalam waktu dekat seluruh perusahaan perlu memberikan kewajiban tunjangan hari raya (THR) bagi pegawainya.  

    "Kami harap perusahaan diberikan keleluasaan untuk mendiskusikan dan mengatur dengan pekerjanya seberapa jauh perusahaan dapat mengakomodasi WFH dan apakah perusahaan mampu atau tidak membayarkan THR dalam kondisi ini melalui mekanisme bipartite yang diperbolehkan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku," ucap Shinta.

    Pemerintah perlu terus berusaha dengan langkah yang cepat dan tepat menyelesaikan wabah virus korona. Dengan begitu, beban yang ditanggung pelaku usaha tidak berdampak pada penutupan fasilitas industrinya.

    "Tidak ada gunanya pemerintah memaksa perusahaan untuk melakukan WFH kalau nature perusahaan tidak mendukung atau melakukan pengeluaran THR apabila perusahaan tidak dalam kondisi yang cukup sehat untuk bisa menanggung beban tersebut," tuturnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id