Indef Sarankan Pemerintah Miliki Data Terkini Industri Perunggasan

    Antara - 11 November 2020 16:34 WIB
     Indef Sarankan Pemerintah Miliki Data Terkini Industri Perunggasan
    Daging Ayam. Foto : Mi/Panca.
    Jakarta: Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyarankan Kementerian Pertanian memiliki data termutakhir (real time) terkait industri perunggasan.

    Menurut Tauhid, data keseimbangan supply-demand terutama pada bibit ayam (day old chicken/DOC) menjadi krusial guna memberikan referensi bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat, terutama dalam mengatasi kelebihan produksi DOC.

    "Data menjadi informasi penting dalam rangka pengaturan kebijakan, misalnya jumlah DOC, berapa data kandang, karkas, parent stock. Namun, karena informasi yang asimetris, membuat situasi pengambilan keputusan menjadi tidak tepat atau terlambat," kata Tauhid dikutip dari Antara, Rabu, 11 November 2020.

    Tauhid menjelaskan dari sisi permintaan dan penawaran DOC broiler/ayam potong, cenderung mengalami kelebihan produksi, berdasarkan data BPS pada 2012-2016.

    Ia menilai bahwa kebijakan pengaturan DOC belum efektif dilakukan, karena adanya ketergantungan dari perusahaan kecil dan peternak mandiri, serta situasi informasi pasar yang sulit dipastikan karena tidak didukung data mutakhir.

    Oleh karena itu, Tauhid mendukung perlunya data real time dari masing-masing pelaku industri perunggasan guna mengetahui keseimbangan permintaan dan penawaran, khususnya pada DOC.

    Meski begitu, BPS mulai mengeluarkan proyeksi demand DOC sejak Januari 2020 untuk mendukung penyediaan informasi kebutuhan DOC. Selain data, Indef juga merekomendasikan peningkatan efektivitas kebijakan dan efisiensi dalam penyediaan pakan yang berkelanjutan.

    Ia menambahkan bahwa produk unggas Indonesia tidak kompetitif, karena dipengaruhi tingginya biaya pakan dan ketergantungan pada gandum, sebagai bahan substitusi yang juga harus diimpor.

    "Yang penting adalah dukungan penyediaan pakan karena masalah ketergantungan impor pakan ini menjadi krusial," kata Tauhid.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id