Lebihi Target, Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Tembus Rp6,29 Triliun

    Husen Miftahudin - 09 April 2021 11:09 WIB
    Lebihi Target, Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Tembus Rp6,29 Triliun
    Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. FOTO: Setkab



    Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat realisasi investasi kelautan dan perikanan sepanjang 2020 mencapai Rp6,29 triliun, atau melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp5,49 triliun. Sementara itu konsumsi ikan dalam negeri telah mencapai 56,39 kilogram per kapita, setara dengan ikan utuh segar.

    "Kepercayaan investor yang tinggi dalam berusaha di sektor kelautan dan perikanan menjadi bekal bagi kita," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 April 2021.

    PDSPKP telah merancang sejumlah agenda kegiatan guna mengakselerasi tiga program prioritas yang diusung Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Untuk peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, jajarannya menyiapkan pengadaan 15 gudang beku portable di 2021 dan 12 unit di 2022.






    PDSPKP juga akan mengimplementasikan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan di 20 lokasi di Indonesia. Selanjutnya, PDSPKP tengah menyiapkan pembangunan empat unit pabrik es di 2021 serta menyiapkan sarana rantai dingin di tiga pelabuhan prioritas. "Kita juga targetkan pengelolaan gudang beku di dua lokasi," urai Artati.

    Adapun kegiatan penunjang untuk program pembangunan kampung nelayan atau kampung budidaya, PDSPKP menyiapkan sentra pengolahan di delapan lokasi dan tujuh sentra kuliner selama 2021. Selain itu, PDSPKP akan mendorong pengembangan 22 UMKM startup milenial.

    "Kita siapkan juga gerai investasi dan layanan usaha atau Gisela. Harapannya ini sudah ada di 50 lokasi pada tahun 2022," sambungnya.

    Selain itu, PDSPKP menyiapkan international fisheries expo, sarana rantai dingin di lokasi klaster budidaya udang dan aktif di bursa pasar ikan dunia guna meningkatkan ekspor produk perikanan budidaya. PDSPKP juga akan mengawal implementasi Sistem Telusur dan Logistik Ikan Nasional (STELINA) di tiga lokasi di 2021.

    "Kita siapkan juga rekomendasi kebijakan dan strategi perluasan akses pasar negara tujuan ekspor," terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya mendukung pelaku usaha perikanan Indonesia untuk bisa tumbuh di pasar domestik maupun global. Salah satu hambatan yang harus segera dientaskan, yaitu persoalan tarif bea masuk produk perikanan Indonesia ke Uni Eropa.

    Selain persoalan bea masuk, Trenggono meminta jajarannya melakukan profiling terhadap pasar perikanan dunia, yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku usaha untuk melakukan inovasi produk dan pengembangan pasar.


    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id