Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka

    Ade Hapsari Lestarini - 30 November 2020 15:19 WIB
    Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri <i>Smelter</i> di Kolaka
    WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka. Foto: dok WIKA-CNI.



     

    Mengimplementasikan Teknologi Terkini

    Proyek Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Nikel dalam pengoperasiannya akan menggunakan rute Rotary Kiln-Electric Furnace, yang sudah terbukti untuk mengolah bijih nikel kadar 1,59 persen Ni menjadi feronikel dengan kadar 22 persen.

    Berbeda dengan pabrik nikel di Indonesia pada umumnya yang menggunakan electric furnace tipe circular, pabrik ini menggunakan electric furnace tipe rectangular yang memiliki keunggulan, antara lain memiliki konsumsi energi/ton atau kWh/ton yang lebih efisien karena menggunakan desain electrode yang tercelup slag (submerged).

     



    Kedua, memiliki service life yang lebih lama karena fleksibilitas struktur rectangular yang sangat baik mengatasi masalah ekspansi furnace. Ketiga, Memiliki tingkat recovery Ni yang lebih baik, melalui bagian slag settling yang diperpanjang oleh dimensi rectangular.

    Sementara, Proyek Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Kobalt yang menjadi inti pada kerja sama dengan CKI-WIKA, menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang sudah terbukti (proven) untuk mengolah bijih nikel limonit berkadar 1,25 persen Co and 0,13 persen Ni menjadi Mixed Hydroxide Precipitate dengan kandungan 40 ribu ton nikel per tahun dan 4.000 ton kobalt per tahun sebagai bahan baku komponen baterai kendaraan listrik.

    Produk sampingan (by product) yang bernilai ekonomis dari HPAL plant ini adalah konsentrat Kromium sebesar 158 ribu ton per tahun. Teknologi HPAL mampu memaanfaatkan bijih nikel kadar rendah (limonit) untuk diambil mineral berharganya seperti kobalt dan nikel secara ekonomis, dikarenakan Konsumsi energi yang rendah, sehingga meminimalisir biaya operasional (opex) dan memiliki tingkat perolehan (recovery) nikel dan kobalt yang tinggi hingga 90 persen.

    Kedua proyek yang ditandangani ini semakin menambah portofolio WIKA yang sebelumnya telah berhasil menyelesaikan pabrik feronikel RKEF Halmahera Timur; ore preparation line 4 MOP-PP RKEF FeNi Pomalaa, Sulawesi Tenggara, RKEF Non Crucible Furnace MOP-PP, Pomalaa, Sulawesi Tenggara; Refining System MOP PP RKEF FeNi 1 Pomalaa, Sulawesi Tenggara; dan Chemical Grade AluminaTayan, Kalimantan Barat.

    (AHL)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id