Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka

    Ade Hapsari Lestarini - 30 November 2020 15:19 WIB
    Hilirisasi Nikel, WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri <i>Smelter</i> di Kolaka
    WIKA-CNI Kolaborasi Bangun Industri Smelter di Kolaka. Foto: dok WIKA-CNI.



    Jakarta: Indonesia terus bergerak cepat membangun basis industri strategis di sektor hilirisasi nikel dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

    WIKA berperan penting dalam hilirisasi nikel melalui percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) smelter feronikel, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia sebagai pemain global, menciptakan nilai tambah, menggenjot sumber pendapatan ekonomi nasional, dan menciptakan lapangan kerja baru.






    Untuk mewujudkan itu, WIKA bersinergi dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam Proyek Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) dan Proyek Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Kobalt dengan Teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawei Tenggara (Sultra). Proyek ini sebagai kelanjutan dari fase pembangunan yang sudah dikerjakan sebelumnya.

    Sejalan dengan itu WIKA dan PT Ceria Metalindo Indotama (CMI), entitas anak CNI, telah menandatangani kontrak kerja sama untuk sinergi EPC (Engineering, Procurement, and Construction) Proyek Pembangunan Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Nikel Rotary-Kiln Electric Furnace (RKEF) Jalur Produksi 3 & 4 (2 x72 MVA) dengan nilai kontrak sebesar Rp2,8 triliun dan USD180 juta.

    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT CNI Derian Sakmiwata dan Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito serta disaksikan oleh manajemen kedua perusahaan. WIKA mendapat kepercayaan sebagai pelaksana proyek tersebut berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi oleh PT CMI.

    Pabrik feronikel tersebut akan terdiri dari dua lajur produksi, yang masing-masing lajur akan ditunjang dengan fasilitas produksi utama yaitu Rotary Dryer berkapasitas 196 ton per jam (wet base), Rotary Kiln berkapasitas 178 ton per jam (wet base), Electric Furnace berkapasitas 72 MVA, serta peralatan penunjang lainnya dengan target penyelesaian proyek pada 2023, dan mampu mencapai kapasitas produksi sebesar 27.800 ton Ni per tahun (feroniel 22 persen Ni).

    Selain CMI, entitas anak dari CNI yang juga melakukan tanda tangan dengan WIKA adalah PT Ceria Kobalt Indotama (CKI) yang fokus pada sinergi EPC Proyek Nickel Laterite Hydrometallurgy beserta power plant dengan estimasi nilai kontrak sebesar USD1,1 miliar.

    Proyek Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Kobalt dengan Teknologi (HPAL) yang menjadi inti pada kerja sama dengan CMI-WIKA tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi per tahun sebesar 100 ribu ton per tahun, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) (40 persen Ni dan empat persen Co dalam MHP), serta 158 ribu ton per tahun konsentrat Chromium.

    Fasilitas produksi utama pada pabrik tersebut adalah ore preparation facility dan hydrometallurgical plant berkapasitas 3,6 juta ton per tahun (dry base), limestone treatment plant berkapasitas 770 ribu ton per tahun (wet base), Sulfuric Acid Plant berkapasitas 550 ribu ton per tahun, residue storage facilites berkapasitas 970 ribu ton tailing, serta peralatan penunjang lainnya.

    "Semoga dengan ditandatanganinya kontrak strategis ini, CNI bisa mengoptimalkan besarnya potensi nikel di dalam negeri dan menjadikan industri hulu dan hilir nikel sebagai sektor yang diprediksi bakal prospektif dalam beberapa tahun ke depan. Semoga dengan semangat merah putih yang menjadi semangat kita semua, komoditas nikel menjadi harapan untuk menggenjot pertumbuhan industri logam dasar, sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Derian, dalam keterangan resminya, Senin, 30 November 2020.

    Rencananya, proyek ini akan berlangsung selama 36 bulan kalender kerja. Lingkup pekerjaan WIKA meliputi Engineering, Procurement, Construction, Commisioning, dan Financing.

    "WIKA menyambut positif kepercayaan besar yang diberikan oleh PT CNI. InsyaAllah, proyek ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang memuaskan dan bisa menjadi titik ungkit kebangkitan industri berbasis mineral di Tanah Air dan dunia," tambah Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id