Teknologi eFishery Dorong Peningkatan Produksi Budi Daya Ikan dan Udang

    Husen Miftahudin - 08 Maret 2021 12:16 WIB
    Teknologi eFishery Dorong Peningkatan Produksi Budi Daya Ikan dan Udang
    Perikanan. Foto : MI.



    Jakarta: Perusahaan rintisan (startup) agriculture technology (agritech) eFishery memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mempermudah bisnis berbagai sektor, termasuk di bidang akuakultur. Pemanfaatan teknologi ini memiliki peran dalam mendorong peningkatan kualitas pada hasil produksi budidaya ikan dan udang.

    Penggunaan teknologi eFishery bahkan ikut berperan dalam terciptanya kesuksesan para pelaku usaha akuakultur, yakni Yeni Rahayu dan Mastria yang mampu mengelola bisnis di bidang budidaya udang dan ikan.






    Yeni Rahayu (40) merupakan pelaku budidaya udang vaname. Sebagai pelaku usaha akuakultur, Yeni turut melibatkan eFishery melalui alat pemberi pakan pada udang yakni eFisheryFeeder Udang. Menurutnya, eFisheryFeeder Udang ini dapat membuat sistem pemberian pakan pada ternak udangnya menjadi lebih efisien.

    "Saya mulai pakai eFishery antara 2017 dan 2018, sejak budidaya udang, dari awal eFishery promosi itu kita pakai. Waktu dan tenaga kerja jadi efisien dan kita bisa mengontrol pengeluaran pakan," ungkap Yeni dalam keterangan tertulisnya, Senin, 8 Maret 2021.

    Dalam hal ini, Yeni menggunakan eFisheryFeeder Udang yang diakui dapat membuat pemberian pakan menjadi lebih optimal. Alat ini merupakan pemberi pakan otomatis untuk udang yang penggunaannya dapat dikendalikan melalui ponsel pintar (smartphone).

    Melalui alat ini, para pelaku budidaya dapat mengatur jadwal pemberian pakan secara lebih mudah melalui dosis pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sedangkan untuk proses pemantauan pemberian pakan, dapat dikendalikan melalui aplikasi yang telah terpasang pada ponsel pintarnya.

    "Kita bisa meng-install aplikasi di telepon genggam, ukuran-ukurannya sudah saya hitung semua, tinggal saya klik saja, otomatis per berapa jam itu alatnya hidup semua dan mengeluarkan pakannya," jelas dia.

    Yeni memaparkan bahwa dengan berbudidaya udang dirinya mampu meraup omzet hingga Rp1 miliar dalam satu kali panen. Penggunaan feeder ini terbukti mampu menurunkan angka FCR (feed conversion rate) dan meningkatkan ADG (average daily growth) sehingga siklus panen menjadi lebih singkat.

    Yeni memandang penting untuk mengatur pakan ternak udangnya melalui pemanfaatan eFisheryFeeder Udang. Ia berpendapat jika pemberian pakan dilakukan secara manual, sebaran pakan menjadi tidak merata dan pakan yang tenggelam dapat menjadi amoniak yang kemudian mencemari air kolam.

    Buruknya kualitas air seringkali menjadi penyebab berbagai penyakit pada udang, seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND). 

    Seringkali petambak pun harus mengalami kerugian hingga ratusan juta apabila tambak udangnya terserang penyakit. Hal inilah yang membuat Yeni terus berupaya untuk menjaga kualitas air pada tambak dan mengendalikan pemberian pakan agar tidak berlebihan.

    Selain Yeni, pelaku usaha lainnya di bidang akuakultur yang juga menggunakan teknologi dari eFishery adalah Mastria, pembudidaya ikan lele dari Cirebon. Penggunaan eFisheryFeeder Ikan pun sangat membantu Mastria dalam mengefisienkan waktu serta jumlah pakan yang diberikan pada ternak ikan lelenya.

    "Biasanya satu kuintal pakan diberikan langsung sekaligus, tapi dengan alat eFishery pakannya bisa dibagi empat bagian, jadi ikan nggak terlalu kenyang, tapi kayak ngemil aja. Ini yang membuat ikan nggak mudah terkena penyakit, sementara kalau pakai manual hanya bisa dibagi sampai dua bagian," paparnya.

    Ia menilai teknologi digital dari eFishery sudah sangat baik sehingga dirinya bisa mengelola kolam lelenya secara efisien. 

    "Efisien waktu, karyawan juga cuma isi pakan ke tabung alatnya, nanti alat eFishery ini otomatis memberikan pakan, saya memantau lewat aplikasi saja. Jadi bisa menghemat karyawan juga," jelas Mastria.

    Merintis usaha sejak 23 tahun silam, Mastria menegaskan taraf hidupnya meningkat sejak menjadi pelaku usaha budidaya ikan lele. Ia pun mengaku dapat menyekolahkan empat orang anaknya hingga mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

    "Semoga eFishery dapat terus mengembangkan teknologi digitalnya, sehingga pelaku budidaya ikan lainnya semakin memperoleh manfaat yang baik dan meningkatkan kualitas produksi," harap Mastria

    Pengaplikasian alat ini di kolam budidaya terbukti mampu mengefisienkan penggunaan jumlah pakan dan mempercepat siklus panen sehingga pendapatan pembudidaya pun meningkat. Kini produk eFishery telah mendukung puluhan ribu kolam ikan di lebih dari 180 kota, yang berpusat di 24 provinsi di seluruh Indonesia. Ribuan unit eFisheryFeeder telah tersebar dan memberikan manfaat bagi pembudidaya ikan dan udang di seluruh Indonesia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id