Kepala BKPM: Australia Bangun Rumah Sakit Senilai Rp14,04 Triliun

    Media Indonesia.com - 17 November 2020 13:11 WIB
    Kepala BKPM: Australia Bangun Rumah Sakit Senilai Rp14,04 Triliun
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: dok BKPM.
    Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut sebuah perusahaan asal Australia akan membangun infrastruktur kesehatan berupa rumah sakit senilai USD1 miliar atau setara Rp14,049 triliun (kurs Rp14.049 per USD).

    Komitmen itu tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di event West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

    "Selamat Pak Duta Besar atas MoU yang diteken. Saya baru dapat info yang diteken itu untuk infrastruktur kesehatan, pembangunan rumah sakit USD1 miliar," kata Bahlil dalam dialog virtual mengenai dampak UU Cipta Kerja dan IA-CEPA terhadap investasi, dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 17 November 2020.

    Ia menuturkan untuk melancarkan investasi tersebut, dirinya akan turun tangan langsung mengurus percepatan perizinan investasi.

    "Pak Dubes, izinnya nanti saya sendiri yang langsung handle sebagai bagian dari proses percepatan investasi dari perintah Presiden. Kita punya slogan, silakan investor datang, bawa modal, bawa teknologi, biar pemerintah melalui BKPM yang siapkan izin dan bantu cari lokasi paling murah dan kompetitif," jelas Bahlil.

    Ia menambahkan, di tengah kondisi pandemi covid-19, investasi di sektor kesehatan juga diharapkan dapat ikut mengakselerasi proses investasi.

    "Kita akan kasih kepastian, kemudahan bagi pengusaha, karena 90 persen industri kesehatan kita masih impor, jadi ini pasar yang bagus sekali," tutur Bahlil.

    Sebelumnya Bahlil juga menyampaikan minat beberapa perusahaan asing dari Belanda merelokasi pabriknya ke Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Kabar baik itu didapat di tengah gerak cepat pemerintah membangun kawasan industri itu untuk peningkatan percepatan investasi di tengah pandemi.

    "InsyaAllah akan dibangun pabrik kaca di Batang dengan orientasi ekspor. Nanti rencananya ada beberapa perusahaan dari Belanda yang berminat membangun pabrik di Batang," ujar Bahlil dalam akun media sosialnya @bahlillahadalia, Jumat, 13 November 2020.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id