Sri Mulyani Minta Industri Hulu Migas Efisien

    Suci Sedya Utami - 02 Desember 2020 20:18 WIB
    Sri Mulyani Minta Industri Hulu Migas Efisien
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Erlangga
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk lebih efisien di tengah kondisi yang tidak menentu akibat pandemi covid-19.

    Ani, sapaan akrab dirinya, mengaku memahami bahwa industri migas tidak hanya menghadapi ketidakpastian berupa resesi ekonomi disertai penurunan harga komoditas dan permintaan, tetapi juga persaingan dengan sumber daya terbarukan. Namun, ia yakin dengan upaya efisiensi akan membantu kinerja perusahaan di tengah banyaknya tantangan.

    "Jadi agar industri migas bisa terus relevan, Anda harus bisa efisien. Ini semua saya inginkan agar kita semua memiliki visi yang sama tentang bagaimana meningkatkan kinerja hulu migas di masa depan," kata Ani di International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas, Rabu, 2 Desember 2020.

    Selain itu, dirinya pun meminta agar pelaku hulu migas memanfaatkan insentif yang telah diberikan pemerintah. Ia menyadari di tengah situasi saat ini, industri hulu migas membutuhkan stimulus agar tetap bisa menjalankan aktivitasnya, terutama dalam meningkatkan produksi migas di Tanah Air.

    Ia mengatakan di sisi fiskal, pemerintah memberikan insentif berupa pengurangan pajak penghasilan (PPh) dari 25 persen menjadi 22-20 persen dalam dua tahun ke depan. Ia bilang hal ini juga tertuang dalam UU Cipta Kerja.

    Selain itu, pihaknya juga memberikan dukungan berupa keleluasaan pada kontraktor untuk memilih skema kontrak bagi hasil baik cost recovery maupun gross split. Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140 yang akan menderegulasi bisnis industri hulu.

    Peraturan tersebut berfokus pada beberapa pengaturan utama mengenai penggunaan Barang Milik Negara (BMN). Kemudian penyederhanaan birokrasi untuk mendukung optimalisasi hulu migas dengan memberikan peran yang lebih besar kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku badan pelaksana.

    "Ini semua adalah upaya yang terus kami upayakan agar kami dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan lebih banyak minyak dan gas," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id